Tips presentasi dalam bahasa Jerman

Presentasi adalah salah satu kemampuan yang sangat penting baik di dunia kerja juga dalam studi. Di dunia kerja sebagai tenaga ahli akan ada waktunya di mana kita harus mempresentasikan pekerjaan kita kepada rekan kerja atau atas kita. Di dunia studi setidaknya untuk tugas akhir biasanya kita harus mempresentasikan tugas akhir kita ke dosen pembimbing. Selain itu di dalam masa studi selalu ada saja mata kuliah dimana kita harus presentasi suatu tema. Kalo di Indonesia mungkin ini bukan masalah besar. Tapi di Jerman dan presentasi dalam bahasa Jerman ini bisa menjadi masalah besar, karena itu banyak juga orang asing dan orang Indonesia yang menghindari mata kuliah yang mengharuskan presentasi. Post kali ini saya mau membahas beberapa aspek mengenai presentasi dan tips untuk presentasi dalam bahasa Jerman.

Setelah melewati 2 studi di Jerman dan bekerja beberapa tahun di Jerman, saya melihat presentasi adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan dan pengalaman yang sangat bearti. Beberapa aspek positif yang saya lihat dari presentasi adalah:

1. Presentasi lebih mudah dari ujian
Dalam berpresentasi biasanya kita yang mengatur isi presentasinya dan bagaimana presentasi tersebut berjalan. Temanya mungkin dari dosen kita, tetapi details isi presentasi kita sendiri yang buat. Selain itu presentasi kita tidak perlu menghafal atau menghitung apa-apa, karena presentasi intinya hanya mengerti suatu tema dan menjelaskan kepada orang banyak. Sedangkan dalam ujian, isi ujiannya ditentukan oleh dosen dan kita harus menghafal atau menhitung.

2. Presentasi tidak ada mengenal waktu
Biasanya untuk presentasi dosen memberikan slot waktu contohnya 30-45 menit. Tetapi pada intinya kalo kita mampu menjelaskan suatu tema dalam waktu 20 menit juga tidak masalah. Waktu untuk presentasi tergantung orang yang mempresentasikan dan temanya. Lamanya presentasi tidak ada hubungan dengan kualitas dari isi presentasi.

3. Dalam presentasi kita lebih banyak belajar
Cara terbaik untuk mendalami/mempelajari suatu tema adalah dengan mengajar. Dan presentasi adalah salah satu cara untuk pengajar. Dalam ujian biasanya kita disibukan untuk menghafal dan mengerti suatu tema. Dalam presentasi kita disibukan untuk mengerti suatu tema dan menjelaskan tema tersebut ke orang banyak.

Selain aspek-aspek di atas masih begitu banyak hal-hal yang positif dari presentasi, contohnya juga mengembangkan kemampuan kita berkomunikasi secara formal. Berikutnya masalah yang sering kali dihadapi adalah bagaimana bisa berpresentasi dengan baik dalam bahasa Jerman. Dalam setiap presentasi bagus yang saya dengar dan lihat, saya melihat ada 3 hal yang mendukung presentasi yang bagus yaitu: kemampuan bahasa, pengetahuan mengenai tema yang dibahas, dan kemampuan berkomunikasi. Jadi sebenarnya kemampuan bahasa perannya hanya 1/3 dari keseluruhan presentasi. Sekarang kita bahasa 3 hal tersebut dan juga saya akan menyertakan beberapa tips untuk 3 hal ini.

1. Bahasa
Dibanding dengan mahasiswa Jerman, pastinya kemampuan bahasa kita sebagai orang asing jauh dibawah mereka. Persyaratan mutlak untuk berpresentasi dalam bahasa Jerman adalah setidaknya mampu berkomunikasi dalam bahasa Jerman dengan gramatik yang cukup. Dalam berpresentasi kita tidak perlu 100% memastikan gramatik yang kita gunakan benar atau “der,die,das” yang digunakan benar. Yang penting setiap kalimat yang kita ucapkan dapat dimengerti oleh pendengar. Karena itu sebaiknya dalam mempersiapkan presentasi, tulis semua kalimat-kalimat yang akan digunakan seperti naskah pidato. Setelah itu revisi 2-3 kali untuk memastikan kira-kira isinya bisa dimengerti dan gramatiknya benar. Lebih dari itu kita sebagai orang asing tidak bisa bersaing dengan orang Jerman dalam bahasa.

2. Pengetahuan mengenai tema yang dibahas
Ini sangat penting, karena kita mempresentasikan suatu tema bukan karena kita mampu menggunakan bahasa Jerman, tetapi karena kita punya pengetahuan tentang tema tersebut. Di sini kita bisa lebih bersaing dengan orang Jerman, kalo kita benar-benar mengerti temanya daripada orang Jerman. Pengalaman saya selama studi dan bekerja, kalo kita mengetahui temanya lebih dari teman/rekan kerja kita, mereka akan mendengar dan bertanya walaupun kita menjelaskannya dengan terbata-bata dalam bahasa Jerman. Tips dalam hal ini, tentukan inti dari tema yang mau dipresentasikan. Bataskan untuk hanya membahas 5-10 points dari tema tersebut. Karena kalo yang dibahas terlalu banyak tetapi tidak jelas, maka pada akhirnya pendengar juga tidak mendapat apa-apa dari presentasi tersebut. Lebih baik sedikit points tetapi dibahas dengan sangat jelas. Persiapkan juga untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ditanyakan oleh pendengar.

3. Kemampuan berkomunikasi
Orang yang fasih berbahasa Jerman belum tentu mampu berkomunikasi. Contohnya ada orang bisa berbicara panjang lebar dalam bahasa Jerman, tetapi setelah 10-20 menit perbincangan, kita tidak tau apa yang sebenarnya dia mau komunikasikan. Juga sama dengan orang Indonesia, kita mungkin fasih berbahasa Indonesia tetapi belum tentu fasih mengkomunikasikan pikiran kita kepada orang lain. Dalam berkomunikasi adalah sangat penting untuk mengetahui siapa pendengar kita. Contohnya kalo kita presentasi tentang “Kultur in Indonesien”, dan mayoritas pendengar kita adalah orang Jerman yang tidak pernah ke negara asia. Maka kita harus mengkomunikasikan presentasi kita, berbeda dengan kalo kita presentasi kepada orang turki atau cina. Hal kedua yang penting adalah menstruktur presentasi kita agar mudah dikomunikasikan dan dimengerti, mulai dari “Einführung/Introduction” lalu pelan-pelan ke inti temanya, dan pada akhirnya “Zusammenfassung/Summary”.

Seperti kita lihat aspek bahasa adalah hanya 1/3, bahkan saya pikir kurang dari 1/3. Beberapa kali saya presentasi yang bagus bukan terletak dari kemampuan bahasa presenter, tetapi dari pengetahuan dia mengenai tema tersebut dan kemampuan dia untuk mempresentasikan tema tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>