Tips menghadapi mata kuliah “Programieren”

Programieren atau Programming bukan hanya penting buat yang studi Informatik, tetapi untuk semua jurusan tehnik biasa ada mata kuliah programieren. Setau saya fisik, matematik, mesin, elektro, sipil, biotehnologi, dan masih banyak jurusan lainnya, selain informatik, semua itu punya mata kuliah wajib programieren. Mengapa topik ini penting saya post di blog ini, karena sering kali saya liat banyak mahasiswa Indonesia(juga mahasiswa Jerman) yang kesulitan menghadapi mata kuliah  programieren, baik dalam membuat tugas-tugas programieren dan juga nantinya sewaktu ujian. Banyak juga yang seharusnya menyelesaikan mata kuliah programieren di semester 2, tetapi ternyata sampai semester 6 belum juga kelar. Beberapa kali saya membantu teman-teman untuk mengerti konsep programieren, karena itu di post ini saya mau membagi beberapa tips dan trick untuk menghadapi mata kuliah programieren.


1. Mengerti setiap istilah dalam programieren
Di dalam programieren ada banyak istilah baru, contohnya attribute/variable, methode/function, parameter, class, interface, module, dan lain-lain. Ini adalah istilah-istilah dasar programieren. Dari pengalaman saya, ada saja orang-orang yang sudah 2 semester studi Informatik, tetap tidak mengerti perbedaan antara attribute dan methode. Setelah itu di dalam programieren ada yang namanya object oriented programming(OOP), di dalam OOP ada beberapa istilah baru seperti inheritance, overload, overwrite, dan lain-lain. Biasanya mata kuliah programieren juga langsung belajar OOP. Jadi dalam 1 mata kuliah ada begitu banyak istilah-istilah baru. Dengan mengerti setiap istilah ini akan sangat membantu untuk mengerti bagaimana program bisa dibuat.

2. Mengerti konsep membuat program
Setelah mengerti setiap istilah dalam programieren, tetapi sering kali orang menghadapi kesulitan untuk membuat program dari awal. Contohnya membuat kalkulator, apa dulu yang harus ditulis di dalam program. Attribute apa saja yang diperlukan dan methode apa saja yang harus diimplementasi. Untuk mengerti konsep membuat program, dapat dimulai dengan melihat program yang sudah jadi dan berusaha untuk mengerti setiap baris source code yang ada, mengapa setiap baris ini diperlukan.

3. Cari teman kuliah yang mengerti programieren
Biasanya di dalam tugas-tugas programieren, saya melihat yang bisa programieren satu kelompok dengan yang bisa programieren. Dan mereka yang tidak bisa programieren jadi satu kelompok. Karena itu baiknya cari teman kuliah yang mengerti programieren dan berusaha untuk jadi satu kelompok dengan mereka. Mereka bisa sangat membantu, karena mereka mungkin bisa menjelaskan programieren dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti dari pada dosen.

4. Buku-buku rekomendasi
Buku yang bisa saya rekomendasikan untuk belajar C++ adalah Teach Yourself C++ in 24 hours. Waktu itu saya tidak mengerti setiap istilah Jerman yang dipakai di dalam kelas programieren. Karena itu saya mencari buku bahasa Inggris dan secara konsisten membaca setiap bab setiap hari. Dalam waktu 2-3 minggu saya mulai mengerti programieren dan mulai bisa mengikuti kelas programieren. Untuk belajar Java saya bisa rekomendasi kan Head First Java. Buku ini sangat bagus memaparkan programieren secara umum. Untuk programming language lainnya pasti ada juga buku yang bisa direkomendasikan. Tetapi ini 2 buku yang pernah saya baca dan menurut saya bagus.

5. Belajar dari skript language
Berbeda dangan C++ dan Java ada juga yang namanya skript language, contohnya Python, PHP, Ruby. Skript language pada umumnya lebih mudah dipelajari, karena banyak hal yang dipermudah di dalam skript language. Belajar programieren melalui skript language adalah salah satu batu loncatan untuk mengerti programming language yang komplex seperti C++ dan Java. Saya sendir setelah mengerti C++, saat itu lebih banyak belajar programieren dengan menggunakan PHP di tempat kerja. Dan ini sangat membantu saya untuk mengerti konsep membuat program, karena bahasanya lebih mudah untuk digunakan.

6. Belajar programieren seperti anak sekolah
Yang ini saya sendiri belum pernah mencoba. Tetapi saya dengar di sekolah-sekolah (SMP dan SMA) Jerman, mereka mengajar programieren dengan menggunakan http://www-is.informatik.uni-oldenburg.de/~dibo/hamster/.

Semoga post ini bisa membantu kalian yang menghadapi kesulitan dalam mata kuliah “Programieren”. Bagi yang membutuhkan tips lebih lagi silahkan hubungi saya melalui kontak.

5 thoughts on “Tips menghadapi mata kuliah “Programieren”

    1. sjtirtha

      Oh ternyata di sana beda yah. Pengalaman saya di Darmstadt dan Furtwwangen kuliah programming kira-kira 80% belajar programming. Mungking juga tergantung professornya.

      Reply
      1. iscab.saptocondro

        Hehehe, di tempatku sih di kelas 1 jam kuliah programming dan 2 jam latihan bareng.
        Tapi karena tugasnya banyak. Jadinya pendidikan manajemen stress & manajemen waktu lebih kentara daripada belajar programming, hehehe. :-)

        Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>