Suka duka datang ke Jerman – Mencari Universitas yang tepat & Pengiriman Aplikasi

Di hari terakhir tahun 2012 ini, saya teringat akan suka duka saat mengurus keberangkatan ke Jerman, saat tiba di Jerman, dan hari-hari pertama tiba di Jerman. Seri posting saya kali ini akan ‘menapak tilas’ ke 10 tahun yang lalu.

Sekitar 1 tahun sebelum saya berangkat ke Jerman, saya sibuk dengan les Bahasa Jerman di Goethe Institute, Bandung. Karena saya ingin sekali berangkat ke Jerman secepat mungkin, saya ambil kelas semi intensif. Dari sisi biaya, kelas itu juga masuk dalam budget saya yang terus terang, tidak banyak. Diwaktu yang sama, saya juga sudah memulai mencari bidang studi dan universitas yang tepat yang sesuai dengan keinginan dan kondisi saya. Saya banyak luangkan waktu di Internet Cafe untuk mencari semua informasi. Sayangnya, hanya sedikit informasi yang tersedia dalam Bahasa Inggris, sebagian besar dalam Bahasa Jerman. Dengan kemampuan Bahasa Jerman saya yang ala kadarnya, bantuan dari guru les, dan juga penerjemah di internet, tetap saja saya merasa tidak cukup. Istilah keren nya, “saya tidak tahu apa yang saya tidak mengerti”.

Jangan putus asa! itu terus yang selalu mengisi benak saya. Setelah tanya kiri-kanan, dan berjam-jam nongkrong di Internet Cafe, akhirnya saya menemukan beberapa Universitas di Jerman yang sepertinya sesuai dengan kondisi saya. Saya tertarik untuk melamar di 3 Universitas, yaitu TU Darmstadt, Universitas Stuttgart, dan Universitas Bochum. Saya lengkapi semua aplikasinya. Tidak begitu susah melengkapi dokumen yang diminta, karena memang semuanya sudah ada, seperti Transkrip nilai dalam Bahasa Inggris yang dilegalisir, lembaran aplikasi yang bisa di download dari website universitas bersangkutan, dan CV dalam Bahasa Inggris yang memang sudah lama saya siapkan. Akhirnya, aplikasi pun siap dikirim.

1. Ongkos kirim yang cukup tinggi!! Saya tidak menyangka kalau saya harus membayar USD25 untuk setiap aplikasi yang ingin saya kirimkan. Itupun dengan pengiriman biasa, tidak tercatat dan memakan waktu sekitar 2 minggu.

2. Dokumen tidak lengkap, harus kirim lagi!! Menunggu selama 1 bulan, saya menerima surat dari salah satu universitas. Ada dokumen yang tidak lengkap, dan saya harus mengirimkannya kembali. Karena kelalaian saya dalam mengecek, kembali saya harus ke kantor pos untuk mengirimkan dokumen yang tertinggal.

3. Menunggu, menunggu, dan menunggu!! Setelah 2 bulan menunggu, akhirnya surat penerimaan, Letter of Acceptance atau Zulassungsbescheid, dari 2 universitas datang juga. Saya gunakan surat itu untuk melamar Visa Jerman di kedutaan Jerman di Jakarta.

Tips:

  • Universitas di Jerman mempunyai deadline yang berbeda-beda dalam penerimaan mahasiswa baru.
  • Tidak semua jurusan menerima mahasiswa baru setiap semester. Kebanyakan hanya menerima setiap winter semester (masuk kuliah tanggal 15 September – 15 Oktober)
  • Banyak kata atau term dalam Bahasa Jerman yang sulit dimengerti. Jangan malu bertanya untuk benar-benar mengerti isi suatu website atau surat.
  • Lampirkan dokumen sesuai yang diminta. Contohnya: kalau mereka minta copy dengan legalisir asli, jangan lampirkan copy dari dokumen yang dilegalisir. Kalau mereka minta dokumen harus diterjemahkan ke Bahasa Jerman oleh penerjemah resmi, jangan kirimkan dokumen yang diterjemahkan oleh penerjeman lain (walaupun biasanya lebih murah).
  • Lebih cepat mengirimkan aplikasi, lebih baik. Karena kita tidak tahu apakah ada dokumen tambahan yang dibutuhkan oleh universitas yang bersangkutan.
  • Pengalaman saya, universitas di Jerman tidak mengirimkan surat kalau saya tidak diterima. Mereka mengirimkan surat hanya kalau saya diterima.
  • Segera melamar Visa Jerman kalau telah mendapatkan surat penerimaan dari universitas. Surat tersebut hanya berlaku untuk satu semester.

Theresia

29 thoughts on “Suka duka datang ke Jerman – Mencari Universitas yang tepat & Pengiriman Aplikasi

  1. Faiz Asyraf

    Saya mau bertanya berapa sih gaji kerja sambilan disana?
    terus apa aja kerja sambilan yang tidak menganggu perkuliahan?
    lalu di universitas mana yang anda tau ada progam studi penerbangan(non pilot)?

    Reply
    1. germany2study

      Kerja sambilan gaji nya bervariasi. Dari pengalaman yang saya tau, ada perkerjaan yang gajinya 5 Euro per jam, ada juga 16 Euro per jam.
      Yang tidak mengganggu kuliah kalau kerja sambilan disaat libur semester atau kerja di perusahaan yang cuma sehari setiap minggunya.
      Coba lihat di http://www.daad.de untuk cari program studi penerbangan.

      Reply
  2. Verine

    Saya tertarik untuk studi di Jerman, tetapi masih bingung dengan manajemen waktunya (waktu les dan waktu pengiriman aplikasi). Misalnya kita sudah punya target bbrp universitas yang kuliahnya mulai oktober, artinya kita harus mulai les (ekstensif) dari juni-juli tahun sebelumnya supaya pas setahun?
    Lalu apakah universitas menginginkan bukti sertifikat bahasa jerman saat melamar? Soalnya kalau begitu, kita harus beres les dan lulus ujian sertifikat dulu dong baru bisa melamar?
    Terakhir, sebenarnya kita ‘gambling’ ga sih pas les bahasa tu? Soalnya kalau seandainya universitas yang kita tuju tidak menerima lamaran kita, bukankah atinya usaha dan biaya kita untuk les dan mengurus ini-itu sia-sia?

    Sekian, terima kasih atas jawabannya.

    Reply
    1. germany2study Post author

      Untuk les bahasa Jerman, tergantung waktu yang kamu punya. Ada kursus yang super intensif, dalam waktu 6 bulan kamu bisa dapat ijasah B1. Tapi kalo kamu ambilnya kursus yang ekstensi, kamu harus tanya pihak Goethe Institut kapan paling cepat kamu bisa ambil ujian untuk B1. Ya, universitas Jerman meminta bukti kemampuan bahasa Jerman dalam bentuk sertifikat. Pada umumnya kamu ada banyak sekali pilihan universitas di Jerman, jadi biasanya kamu harus melamar ke beberapa universitas. Kalo kamu mengambil bidang studi yang NC(numerus clausus, artinya ada persyaratan nilai minimum) contohnya kedokteran, kamu harus punya nilai SMA yang sangat bagus. Nilai minimum (NC) untuk kedokteran biasanya berkisar 1 – 1,7.
      Mungkin di Indonesia ini seperti nilai 9 atau 10. Kalo bidang studi yang tidak NC, kamu ada kemungkinan besar untuk diterima.

      Reply
  3. intan

    hai kak, saya mau tanya-tanya. bukannya studkol itu ada testnya ya? tapi kok kakak bilang itu nunggu surat diterima ? makasi kak

    Reply
    1. germany2study Post author

      Posting yang ini pengalaman dari Theresia(istri saya). Dia mengambil S2 di Jerman, jadi dia setelah melamar ke Universitas, dia hanya menunggu surat penerimaan.

      Reply
  4. Christin

    Kak, tlong tanya ya. Kalau misalnya saya mau ambil akuntansi itu bagusnya di kota mana ya? Di jerman s1 bidang ekonomi apa juga sebagus bidang kedokteran, teknik? Terima kasih kak

    Reply
    1. germany2study Post author

      Hi Christin, di sini tidak ada jurusan akutansi. Karena akutansi bagian dari ekonomi. S1 ekonomi di Jerman juga sebagus kedokteran dan tehnik.

      Reply
  5. donnyindra

    hallo saya mau bertanya. saya rencana mau melanjutkan s2 di jerman dan salah satu syaratnya adalah tes DSH atau tes Daf
    apakah saya harus melamar dari indonesia dulu? atau saya apply nya waktu di jerman setelah mendapatkan tesDaf?

    Reply
    1. germany2study Post author

      Test DSH hanya ada di Universitas Jerman. Sedangkan TestDaf ada di sekolah bahasa Jerman, setau saya tapi di Indonesia tidak ada yang menawarkan TestDaf. Jadi kebanyakan orang ambil DSH atau TestDaf di Jerman. Jadi sewaktu kamu melamar ke universitas, kamu harus sudah menunjukan kemampuan bahasa Jerman yang menjadi persyaratan untuk mengamibl test DSH atau TestDAF, biasanya ini Level C1/C2. Nanti kamu akan mendapat surat penerimaan dengan persyaratan kamu akan lulus DSH atau TestDaf.

      Reply
  6. adinda

    Hello saya mau tanya, sekarang saya kelas 1 SMA di sekolah internasional. Kalau saya mempunyai ijazah “A Level” dan sudah mempunya ijasah B1, apakah saya harus mengikuti foundation?

    Reply
    1. germany2study Post author

      Hi Adinda, saya tidak tau sekolah internasional di Indonesia disamakan dengan level apa di Jerman. Kamu bisa coba kontak studienkolleg langsung.

      Reply
  7. Prisdika Alsya

    Hai kak, aku mau nanya kak. Buat biaya kuliahnya memang Rp.0 ? Atau ada biaya tambahan lain kak? Buat bisa diterima di suatu universitas itu susah gak ka? Living costnya gimana kak? Terima kasih kak

    Reply
  8. dicky kurnadi gosal

    Kak sy sekarang kls 2 sma dan sy lagi les privat untuk A1 apa saya sdh benar dgn mulai kursus dari A1 atau sy lgs
    kursus B1. Lalu sy sukanya jurusan matematika. Kira-kira di univ mana yg punya jurusan matematika.
    Apakah setelah sy lulus sma sy harus masuk studkol atau bisa langsung ke uni
    thanks

    Reply
    1. germany2study Post author

      Hi Dicky, universitas di Jerman kualitasnya hampir sama. Jadi kamu bisa daftar ke mana saja. Kamu harus masuk Studienkolleg dulu.

      Reply
  9. shinta

    Pagi kaa,saya mau tanya univ. D jerman yg bagus u/ ilmu gizi d univ mn yaa ka? Saya ingin mlanjutkn kuliah d sanaa, terimakasih :)

    Reply
  10. Nytha

    Halo, saya nytha.
    saya mahasiswa s1 art and design communication visual, sedang mencari informasi untuk melanjutkan s2 art fine di jerman dan sedang mencari-cari uni mana yang ada master of art. kira-kira apa saja yang harus saya siapkan yah? dan uni mana yang di recommend dengan jurusan yang saya inginkan. mohon bantuan dan informasinya. thankyou.

    Reply
  11. Benedict Brian

    Hay ka.. Saya sudah berkuliah semester 3 di indonesia. Bisa tidak melanjutkan di german?Skss transferr dan apa harus ikut studkol?

    Reply
  12. mirza

    Salam,

    saya mau tanya, waktu itu kamu lamar ke universitas di jerman melampirkan sertifikat bahasa jerman tingkat B berapa atau C berapa? terus apakah kamu sampai sana harus tes DSH atau testdaf lg di univ bersangkutan? atau langsung kuliah?

    Reply
  13. mirza

    Salam,

    saya mau tanya, waktu itu kamu lamar ke universitas di jerman melampirkan sertifikat bahasa jerman tingkat B berapa atau C berapa? terus apakah kamu sampai sana harus tes DSH atau testdaf lg di univ bersangkutan? atau langsung kuliah?.
    terima kasih,

    salam

    Reply
  14. mirza

    Salam,

    saya mau tanya, waktu itu kamu lamar ke universitas di jerman melampirkan sertifikat bahasa jerman tingkat B berapa atau C berapa? terus apakah kamu sampai sana harus tes DSH atau testdaf lg di univ bersangkutan? atau langsung kuliah?.
    terima kasih,

    salam

    Note: ini email yg benar mirza.fedralino@gunas.co.id

    Reply
  15. Delvina

    itu 10 tahun yang lalu? tetapi sekarang kalau mau ke jerman buat kuliah mau tidka mau apakah harus studkol dlu?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>