Suka duka datang ke Jerman – Mencari Tempat Tinggal

Seperti yang saya ceritakan di posting-an sebelumnya, selama beberapa hari saya menumpang di kamar teman saya. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang belum mempunyai teman di Jerman? Ini bukan semuanya pengalaman pribadi saya, tetapi juga kumpulan dari pengalaman teman-teman.

Numpang di rumah atau kamar orang yang belum bisa kita panggil teman, memang akan membuat kita sungkan. Apalagi bagi beberapa orang yang baru pertama kali numpang di rumah orang lain.

  • Ada beberapa teman saya yang lebih memilih tinggal di youth hostel (atau Jugendherberge). Biasanya tempat tinggal jenis ini hanya tempat sementara. Selain harganya yang lumayan mahal (15 – 20 EUR per hari), kita juga tidak bisa menggunakan alamat Jugendherberge untuk lapor kependudukan di Balai Kota. Namanya juga hostel, kita dapat booking kamar ini melalui internet.
  • Boarding house (Möbiliertes Apartment) merupakan salah satu pilihan yang cukup menarik. Apartment jenis ini sudah dilengkapi dengan furniture dan biasanya juga dengan peralatan dapur. Biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah daripada Jugendherberge karena kita bayar sewanya tiap bulan. Terkadang Apartment ini juga bisa ditempati oleh 2 orang. Biasanya kita diwajibkan menyewa apartment ini minimal 1 atau 2 bulan. Kalau memang cocok, kita juga bisa tinggal dalam jangka waktu yang lebih lama. Apartment jenis ini dapat kita cari dan lihat melalui internet, tetapi biasanya kita harus ketemu dengan Landlord (atau Vermieter) kalau mau menyewa. Di Jerman, Landlord berhak menyeleksi orang yang ingin menyewa apartment mereka (tidak seperti di USA yang sistem first come, first serve).
  • Menyewa kamar student lain (Subletting atau Untermiete) adalah salah satu pilihan yang mudah dan murah. Mudah dalam arti semua peralatan untuk tinggal biasanya sudah lengkap. Murah karena harga sewa nya merupakan harga sewa untuk student yang biasanya cukup terjangkau. Misalnya kita menyewa kamar student lain di student dormitory, harga sewanya berkisar dari 200 EUR – 350 EUR (tergantung kota, jenis kamar, besar kamar, dll). Tetapi tidak gampang menemukan kamar jenis ini, karena memang tidak banyak persediaannya. Biasanya kita bisa menyewa kamar ini selama 1 semester (atau selama student yang punya kamar mengizinkan). “Iklan” penawaran kamar jenis ini biasanya ditemukan di daerah seputar kampus, perpustakaan, atau di student dormitory (atau Studentenwohnheim).
  • Studentenwohnheim (http://de.wikipedia.org/wiki/Studentenwohnheim) merupakan pilihan favorit saya. Harga terjangkau, kualitas kamar lumayan, dan biasanya sangat dekat dengan kampus. Harga sewa kamar biasanya sudah termasuk air, listrik, gas, dan internet. TETAPI, seperti bisa dibaca di wikipedia, hanya 9,9% student yang dapat ditampung di Studentenwohnheim karena alasan diatas.
  • Apartment atau kamar yang disewakan oleh private atau organisasi relatif lebih mahal daripada di Studentenwohnheim. Tetapi pilihannya lebih banyak. Harganya juga bervariasi tergantung dari jenis kamar, besar kamar, jarak ke kota, dll. Biasanya, harga sewa apartment atau kamar jenis ini tidak termasuk biaya listrik, air, dan gas. Harga sewa kamar atau apartment di Jerman dibagi menjadi 2, yaitu sewa (kaltmiete) dan sewa+utilities (warmmiete). Kaltmiete adalah harga sewa kamar tanpa air dan gas. Jadi kalau mencari kamar, harus lebih diperhatikan harga warmmiete nya. Biaya listrik itu diluar harga warmmiete. Tidak selamanya harga apartment private lebih mahal daripada Studentenwohnheim. Saya pernah tinggal di apartment yang sewanya sedikit lebih murah daripada di Studentenwohnheim.

Tips:

  • Banyak teman, banyak rejeki!! Sesama student Indonesia di negara orang, kita biasanya saling bantu. Kalau awalnya kita boleh numpang di tempat orang, sebaiknya ada saatnya kita juga memberi tumpangan kepada orang lain.
  • Tempat tinggal pertama biasanya lebih mahal. Itu wajar, karena kita tidak punya banyak waktu dan pilihan. Juga karena kita belum punya koneksi atau belum tau bagaimana mencari kamar yang murah. Karena itu, lebih baik bayar lebih mahal, tetapi kita bisa tinggal dengan nyaman di bulan-bulan pertama.
  • Alamat tinggal sangat dibutuhkan untuk daftar kependudukan di balai kota, buka rekening bank, buat asuransi kesehatan, surat menyurat dengan universitas, dan perpanjang visa. Jadi, secepat mungkin cari tempat tinggal di Jerman. Kalau kepepet, cari teman yang alamatnya bisa ditumpangi.

Theresia

5 thoughts on “Suka duka datang ke Jerman – Mencari Tempat Tinggal

  1. Cesilya Margareta

    minta alamat e-mail kaka dong … aq masih banyak pertanyaan nih di dalam pikiran, oh ia ka,. ada tips gak sih biar nyokap dan bokap setuju aq kuliah di jerman ka, secara aq seorang diri disana.. hehe… terima kasih ya.

    Reply
  2. libertymeivert

    Hallo, salam kenal. Terima kasih atas informasinya, kebetulan saya sedang mencari tempat tinggal di Stuttgart untuk bulan April nanti. Tulisan ini bisa menjadi referensi yang sangat berguna. salam :)

    Reply
  3. Mardhiah

    Soal agamanya gi mana ya? When travelling, is it hard to fing a musolla/surau/praying place? Das ist meine größte Sorge

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>