Studi di Jerman – Butuh biaya berapa?

Banyak pertanyaan mengenai biaya yang masuk ke kontak kami. Sebagian besar sudah kami paparkan dalam beberapa posting. Disini, saya akan jelaskan lebih detail lagi.

Sebenarnya butuh biaya berapa sih untuk kuliah di Jerman? Kita harus pisahkan biaya kedalam beberapa kategori, yaitu:

1. Biaya persiapan Bahasa Jerman atau Bahasa Inggris

2. Biaya administrasi, kelengkapan dokumen, pengiriman aplikasi, visa, dll

3. Jaminan Keuangan

4. Biaya Keberangkatan dan Ketibaan di Jerman

5. Biaya studi di Jerman

6. Biaya hidup di Jerman

Perhitungan biaya dibawah ini berdasarkan pengalaman adik saya yang baru saja tiba di Jerman pada bulan October 2012.

1. Persiapan Bahasa

Persiapan bahasa merupakan salah satu hal paling penting untuk mempersiapkan kuliah di Jerman. Kemampuan tiap orang dalam berbahasa asing berbeda-beda. Ada orang yang mampu lulus test B1/B2 (untuk Studienkollege, ada Studienkollege yang minta B1, ada yang minta B2), DSH (untuk S2 Bahasa Jerman), atau TOEFL (min. score: 550)/IELST (min. score: 6.0) (untuk S2 Bahasa Inggris) hanya dalam waktu singkat dan sekali test saja. Untuk perhitungan ini, saya akan menggunakan asumsi optimis, coba 1 kali langsung lulus.

1a. Persiapan Bahasa Jerman: Belajar Bahasa Jerman di Goethe Institut Jakarta

Untuk lulus B1, kita bisa ikut kursus selama 4 quartal (1 tahun) kalau kita ikut kelas ‘intesif”, selama 2 quartal (6 bulan) kalau ikut kelas ‘super intensif’. Kalau menurut pengalaman pribadi saya, saya lebih menyarankan untuk ikut kelas ‘intensif’ saja karena kita juga butuh waktu untuk mempersiapkan hal-hal lainnya. Dari segi biaya, kelas intensif tidak terlalu beda jauh dengak super intesif. Jadi kita butuh biaya sbb:

Kursus intensif 4 quartal: 4 * Rp. 3.400.400 = Rp. 13.600.000

Kursus super intensif 2 quartal: 2 * Rp. 6.500.000 = Rp. 13.000.000

Test B1: Rp. 1.500.000

1b. Persiapan Bahasa Inggris: Belajar Bahasa Inggris untuk IELTS di IALF, Jakarta

Dengan asumsi lulusan SMA atau Universitas di Indonesia sudah mengenal Bahasa Inggris dan setidaknya mengerti grammar, vocab, etc, biasanya kita hanya butuh mengikutin 1 kelas persiapan IELTS dan 1 kali test IELTS. Biaya untuk kelas intensif dan semi intensif sama, hanya beda di waktu yang dibutuhkan untuk melengkapi kelas tersebut. Kelas intensif hanya butuh 2 minggu, dan semi intensif 5 minggu.

Kursus 1 kelas: Rp. 3.700.000

Test IELTS: 150 USD ~ Rp. 1.500.000

2. Biaya administrasi, kelengkapan dokumen, pengiriman aplikasi, visa, dll

Biaya ini terkesan kecil, tapi karena banyak dan sering, ditotal jadinya cukup banyak juga. Dulu saya mengirimkan 3 aplikasi ke 3 universitas. Saya menyarankan untuk mengirimkan aplikasi ke banyak universitas. Nanti kita bisa pilih yang terbaik dan paling cocok dengan keadaan kita.

- Terjemah Ijazah SMA ke Bahasa Jerman: Rp. 300.000 per lembar

- Ijazah & Transkrip Kuliah dan legalisir: Gratis! Ijazah dan Transkrip kuliah saya sudah dalam Bahasa Inggris. Universitas di Jerman menerima dokumen asli dalam Bahasa Inggris.

- Legalisir test B1 dan IELTS: Rp. 50.000 per lembar

- Pengiriman aplikasi ke Jerman: Rp. 600.000 per aplikasi (DHL) atau Rp. 250.000 (EMS)

- Visa: 60 EUR ~ Rp. 750.000

3. Jaminan Keuangan

Jaminan keuangan atau Bukti Keuangan adalah salah satu syarat dalam mendapatkan Visa Jerman. Pemerintah Jerman mengharuskan calon mahasiswa membuka rekening di Deutschebank di Jerman dan memasukan uang sebanyak: 8.040 EUR (+ Administrasi 50 EUR) ~ Rp. 101.125.000

Untuk lebih jelasnya, silahkan check di website kedutaan Jerman berikut ini: http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/3616204/Daten/2700552/download_finanzierungsnachweis_neu.pdf

Uang ini digunakan untuk biaya hidup mahasiwa di Jerman. Hanya 670 EUR dapat ditarik/diambil dalam waktu satu bulan. Maksud dari tindakan ini adalah agar ongkos hidup di Jerman dalam setahun terjamin. Setiba di Jerman, setiap kita akan memperpanjang visa, pemerintah Jerman akan melihat berapa banyak uang kita di account itu, dan memberikan perpanjangan visa sesuai dengan jumlah uang disana.

Misalnya saat kita akan memperpanjang visa, kita mempunya uang di account sebanyak 6700 EUR, kita hanya akan diberikan perpanjangan visa untuk 10 bulan ~ 6700 / 670 = 10 bulan.

4. Biaya Keberangkatan dan Ketibaan di Jerman

Seperti bisa dibaca di posting-an sebelum nya, kita sebaiknya membandingkan berbagai maskapai penerbangan untuk mendapatkan harga yang paling murah. Harga tiket di low season lebih murah daripada high season. Jadi terbang di bulan April, Mei, atau Oktober biasanya lebih murah daripada di bulan Februari, Juli, atau Desember.

Adik saya terbang pada akhir September 2012, menggunakan Malaysia Airlines, one way ticket, seharga 595 USD ~ Rp. 5.900.000

Tiba di Jerman, kita juga harus memperhitungkan tiket kereta ke kota tujuan. Harga tiket kereta bisa di check disini: http://www.bahn.de/i/view/USA/en/index.shtml

Kalau saya menggunakan asumsi untuk tinggal sementara di Heidelberg, maka biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

Tiket kereta Frankfurt-Heidelberg: 21,5 EUR ~ Rp. 270.000

Hostel (8 orang per kamar): 20 EUR per orang/malam

5. Biaya studi di Jerman

Biaya studi di Jerman relatif lebih murah dibandingkan di Indonesia atau di negara lain. Di Uni Heidelberg atau universitas disemua kota di provinsi Baden-Württemberg dikenakan biaya sebagai berikut:

Biaya studi (kuliah) per semester: 500 EUR
(Biaya ini ada kemungkinan akan dihapuskan, tergantung dari keputusan partai yang menang di provinsi Baden-Württemberg)

Biaya administrasi (kuliah) per semester: 106,5 EUR

Semestertiket per semester; 171 EUR
(Tiket ini berlaku selama 1 semester untuk daerah Rhein-Neckar yang merupakan bagian dari provinsi Baden-Württemberg)

Kami juga sudah membahas biaya kuliah di Jerman. Untuk lebih lengkapnya, silahkan liat /biaya-studi-di-jerman/

Pendaftaran Studienkolleg melalui uni-assist: 68 EUR untuk 1 Studienkolleg (+15 EUR untuk per Studienkolleg berikutnya)

6. Biaya hidup di Jerman

Biaya hidup yang diperhitungkan oleh pemerintah Jerman adalah 670 EUR per bulan. Tentu saja angka ini berbeda untuk tiap orang. Di posting-an sebelumnya, sudah kami bahas tentang biaya hidup di Jerman secara detail /biaya-hidup-di-jerman/

Theresia

12 thoughts on “Studi di Jerman – Butuh biaya berapa?

  1. tonoe

    Salam,..

    Jadi untuk kuliah di jerman harus mempersiapkan kurang lebih 110 juta ya untuk jaminan bank? termasuk untuk kuliah S2?
    Apakah jaminan bank juga berlaku untuk yang ingin mengikuti short course saja?
    dimana saya bisa mendapatkan informasi mengenai short course di jerman?

    Trims,.

    Reply
    1. germany2study

      Jaminan keuangan ini dibutuhkan untuk perpanjang visa studi, baik untuk S1 maupun S2. Maksudnya short course apa yah?

      Reply
  2. jorry massie

    mau tanya nih, di jerman ada kuliah hospitality ? kalau ada , apa nama university nya dan kalau ada yang BA ( university of cooperative education ) yang kerja sama dengan perhotelan, karena anak saya mau kuliah ke jerman atau ke swiss ( le cordon bleu ), terima kasih

    Reply
      1. jorry massie

        terima kasih atas infonya, selain IUBH, adakah university lain untuk bidang studi hospitality di negara jerman ? ( university negeri ), thx

        Reply
  3. jorry massie

    setelah kami liat di IUBH, dikenakan tuition fee yang cukup tinggi, adakah fh negeri bidang hospitality management yang biaya rendah, mengingat biaya hidup di jerman juga cukup tinggi.terima kasih

    Reply
    1. germany2study Post author

      bidang hospitality memang biasanya ditawarkan oleh private universitas, karena itu ada tuition feenya. Setau saya yang public universitas juga tidak benar-benar gratis, tapi tentunya lebih murah dari pada private universitas.

      Reply
  4. Sauqi Rabbani

    Saya ada rencana ingin kuliah di jerman ..

    Saya dari Denpasar-Bali
    Universitas yang cukup terjangkau untuk Manajemen Bisnis apa ya ??

    Mohon bantuannya :D

    Reply
    1. germany2study Post author

      Sebagian besar Universitas di Jerman gratis, jadi harusnya terjangkau kalo kamu bandingkan dengan biaya kuliah di Indonesia. Yang agak mahal adalah biaya hidup, sekitar 500-600€ per bulan.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>