Studi di Jerman bukan seperti di …..

Bagi yang berangan-angan dan berencana studi di Jerman, biasanya mereka punya bayangan tersendiri bagaimana studi di Jerman. Saya sendiri dulu punya beberapa bayangan bagaimana studi di Jerman. Ternyata setelah beberapa bulan di Jerman banyak sekali yang berbeda dari bayangan saya. Bayangan yang kita punya mengenai studi di JermanĀ  atau di luar negeri bisa dipengaruhi acara-acara TV, gambar-gambar di maajalah, atau cerita dari teman. Post kali ini saya akan menyinggung beberapa hal yang berbeda dari bayangan kita sewaktu di Indonesia.

Seperti judul di atas “Studi di Jerman bukan seperti di ….. ”

the O.C. atau Beverly Hills
Angkatan saya (lulus SMA 99) mungkin lebih mengenal film seri Beverly Hills. Angkatan sekarang mungkin lebih mengenal the O.C. Keduanya kira-kira mirip menggambarkan kehidupan anak muda di luar negeri, tepatnya di Amerika. Beberapa aspek dari kedua film seri ini adalah:

1. ke sekolah naik mobil
Setelah lihat begitu banyak mahasiswa di Jerman dan kehidupan mereka, saya bisa bilang kira-kira hanya dibawah 1% mahasiswa yang pakai mobil untuk pergi ke sekolah. Jadi sebagian besar mahasiswa naik sepeda, jalan kaki, atau kendaraan umum.

2. cuaca selalu indah
Cuaca di Jerman saat-saat ini Mai – Agustus sangat indah, tetapi bulan-bulan lainnya cukup berbeda. Artinya 8 bulan dari setahun cuaca di Jerman tidak seindah seperti di film-film.

3. kerja sambilan di bar
Typical pekerjaan di film-film biasanya mahasiswa kerja di bar atau restaurant. Sepengetahuan saya, hanya beberapa mahasiswa yang kerja di bar atau di restaurant, sisanya lebih banyak yang kerja di pabrik, karena gaji di pabrik juga lebih besar.

4. sering makan di luar
Sebagian besar mahasiswa makan di kantin FH/Universitas namanya Mensa, karena kalo makan di luar kampus lebih mahal. Dan juga orang Jerman tidak terbiasa untuk keluarin uang sering-sering untuk makan. Mahasiswa Indonesia juga sama, karena makan di luar lebih mahal dan selain itu jarang makanan yang sesuai denga lidah Indonesia.

5. Tinggal di asrama 1 kamar berdua
di film-film sering digambarkan kehidupan di asrama dengan tinggal 1 kamar berdua. Sampai sekarang baru 1 kali saya tau ada asrama seperti itu di Jerman, selain itu selalu 1 kamar buat 1 orang.

Kampus di Indonesia
Bagi yang pernah studi di Indonesia, tentunya mempunyai pengalaman dan pandangan sendiri mengenai studi. Saya sendiri tidak pernah studi di Indonesia, tetapi dengar dari cerita-cerita kehidupan mahasiswa di Indonesia dan di Jerman cukup sangat berbeda

1. nongkrong
Istilah ini kayanya tidak ada dalam bahasa Jerman. Karena orang Jerman tidak “nongkrong”. Mungkin orang Jerman ada yang kumpul duduk-duduk bersama, tetapi tidak untuk waktu yang lama seperti “nongkrong”.

2. kenal semua anak satu angkatan/kampus
di Jerman kehidupan mahasiswa lebih privacy, jadinya biasa kita tidak mengenal semua mahasiswa dalam satu angkatan.

3. jajanan dan makanan di mana-mana
di Jerman tidak ada jajanan dan tempat makan tidak banyak seperti di Indonesia. Jadi kalo lapar harus makan di kantin FH/Universitas atau pergi ke supermarket terdekat.

Masih banyak hal-hal lain di Jerman yang berbeda dengan kehidupan mahasiswa di film-film Amerika dan juga di Indonesia. Tetapi kira-kira hal-hal diatas yang teringat oleh saya selama studi di Jerman. Post ini seolah-olah mencari hal-hal negatif dari studi di Jerman, tetapi itu bukan maksud saya. Maksud saya supaya yang sedang persiapan mau studi di Jerman, jangan punya bayangan yang salah mengenai Jerman. Menurut saya banyak sekali hal positif dari studi di Jerman, dari kultur, bahasa, sampai ke cara berpikir dan kerja orang Jerman.

3 thoughts on “Studi di Jerman bukan seperti di …..

  1. Marini

    Makasih banyak buat infonya.
    Kebantu bgt nih! Krn saya sebentar lg mau lulus SMA,dan Insya Allah mau lanjut kuliah di sana :)

    Reply
  2. Mein Gebet begleitet jeden Schritt

    Dear Mas

    Terima kasih atas info yang selengkap ini dan saya merasa dipermudah layaknya ada “FAQ” di situs ini. Terima kasih
    Saya berencana mengirim anak saya sekolah ke jerman hingga dia menggapai MBA nya dan sekalian saya juga berencana mengambil doktoral saya. S1 dan S2 saya selesaikan di ITB dan sekarang bekerja di kumpeni “mining” dan per”oil”an.
    saya dan puteri saya sedang mengambil kelas “Deutchkurs” GOETHE bandung dan sekarang kami sedang di level A2, rencana nya hingga B1/B2.
    Di Goethe Bandung, kami banyak belajar tidak hanya “Deutsche Sprechen als Fremdsprachen” tapi belajar budayanya, “Typisch Deutsch”. Mungkin ini yang membedakan sekolah di jerman dan negara luar lainnya tapi hal itulah yang menarik dan menantang untuk ditaklukkan.
    Mas dan Mba Tirtha… saya ingin mengetahui tentang bagaimana cara berpikir orang jerman serta cara kerja orang jerman ? sebagai masukan kami.

    Terimakasih atas infonya..
    CC

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>