Pengalaman Kuliah Arsitek di Jerman

Ini cerita saya tentang pengalaman kuliah arsitek di Jerman. Sebelumnya saya kuliah di UNPAR (Universitas Parahyangan), Bandung jurusan Arsitektur dan ITB (Institut Teknik Bandung), Bandung jurusan Desain Interior. Setelah lulus, saya langsung bekerja beberapa tahun di beberapa perusahaan swasta, namun entah kenapa saya masih merasa ‘kurang’. Setelah berfikir masak-masak akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah.

Sudah sekitar 4 bulan saya melanjutkan kuliah S2 di SAC (Städelschule Architecture Class),  Frankfurt angkatan 2012, yg terdiri dari 31 mahasiswa. Saya memilih SAC  selain karena tertarik dengan metode pengajarannya, juga karena SAC salah satu universitas yg menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Pekan pertama saya kuliahdi SAC, rasanya sangat menyenangkan. Selain krn mahasiswanya yg beragam (hampir dari seluruh belahan dunia seperti: Jerman, Rusia, Georgia, Yunani, India, Iran, Polandia,dll) SAC juga mencoba menikahkan seni dengan arsitektur.  Kami membuat beberapa karya ‘seni’ dengan menggunakan material seperti tanah liat, sterefoam, dll, yg didampingi oleh profesor seni. Kita diberi kebebasan untuk bekerja di ruangan/ studio masing-masing atau di rumah.

Setelah beberapa minggu, kami diminta presentasi di hadapan profesor arsitek (oiya, di sini sering banget presentasi, tp seru ). Dari beberapa karya, kami diminta memilih 1 karya yg nanti akan dicari pemecahan atau pola berfikirnya secara arsitektur, dan disinilah bagian terberatnya. Setiap mahasiswa diminta berfikir logis – terukur- sistematis serta mandiri (proses itu harus dapat digambarkan dan dijelaskan pada tiap presentasi). Mengingat latar belakang pendidikan serta negara yg berbeda- beda, maka pola pikir yg dihasilkan juga bervariasi. Di SAC, para profesor selalu siap mendampingi dan memberikan masukkan, tp eksekusi tetap ada di tangan kita.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, salah satu pelajaran yg saya dapat selama bersekolah di sini adalah, PROSES berfikir jauh lebih penting, dibandingkan hasil akhir. Karena hasil akhir bisa kita ‘contek’ dari karya orang lain. Tapi proses berfikir merupakan ‘harta karun’ di tiap manusia. Nah di SAC kita berusaha menemukan ‘harta karun’ tersebut.

Theodora
Städelschule Architecture Class
Class of 2012

http://www.staedelschule.de/sac-portfolio/fyg/first-year-research-theodora-janenita/

35 thoughts on “Pengalaman Kuliah Arsitek di Jerman

  1. Perdania

    Kak saya mau tanya, saya tertarik buat ambil S1 arsitektur di Jerman. Apakah kuliah arsitektur diharuskan untuk pandai menggambar? Terima kasih..

    Reply
    1. germany2study

      Pandai menggambar sih menurut saya relatif. Selama kamu suka menggambar, saya rasa okay saja masuk arsitek. Dan studi arsitek sekarang sudah lebih banyak memakai software dan media lain, bukan hanya media gambar tangan saja.

      Reply
  2. joya

    kak mau nanya, saya skrg kelas 3 SMA dan berencana melanjutkan kuliah ngambil S1 arsitektur di german, apakah benar katanya anak arsitektur itu kuliahnya berat bgt, rumit dan bisa2 sampe ngga tidur berhari2 gitu, trus apakah disana tidak terkendala bahasanya walaupun sudah ikut foundation? dan apakah saat kuliah benar2 mulai dari 0? makasih kak, maaf terlalu byk nanya, abisnya galau milih jurusan hehe

    Reply
  3. theodora janenitat

    Halo Joya,
    kebetulan S1 saya di Indonesia. tp berdasarkan pengalaman, kuliahnya tidak terlalu berat, krn basicnya kuliah arsitektur itu berangkat dr hobby (menggambar). walaupun pasti ada ilmu tambahan mengenai struktur, utilitas dll -> di sini akan belajar hitungan.

    kuliah Arsitektur memang identik dngn tidak tidur berhari-hari, begitu juga kalau sudah bekerja di bidang Arsitektur :) , tp krn saya suka bidang ini, jadi saya tidak merasa terbebani (malah kadang keluarga yg suka ngga tega ngeliat saya seperti itu, hehehe).

    mengingat sekolah saya sekarang menggunakan bhs Inggris, jd tidak terlalu sulit dibandingkan menggunakan bhs Jerman.

    kuliahnya dimulai dr 0, tp ada baiknya di sela2 kuliah, tetap belajar hal2 yg mendukung proses desain (contohnya: menggambar manual dan menguasai beberapa software seperti autocad, photoshop, sketchup,dll)

    semoga ngga galau lg,
    Theodora.J

    Reply
  4. joya

    terimakasih kak atas penjelasannya, trus mau nanya lagi kak, apakah di arsitektur banyak hitungannya? soalnya saya kurang kuat dihitungan tp hobby gambar, terimakasih sekali kak :)

    Reply
  5. someone

    kak mau nanya, kalo lebih suka gambar dan ngga terlalu jago itungan lebih baik ngambil interior design apa arsitektur? trus kalo prospek kerja lebih baik interior apa arsitektur kak? thanks before :D

    Reply
  6. theodora janenita

    Hi Joya, keterangan bisa didapat dari artikel yg saya tulis :)

    Hi someone, berdasarkan pengalaman kuliah S1 di Indo, Arsitektur lebih banyak hitungannya.
    prospek kerja tergantung gol beberapa thn ke depan. kalau ingin buka usaha di Indonesia, lebih baik di bidang interior. kalau ingin berkarir di kantor pada umumnya, lebih baik di bidang arsitektur :)

    Reply
  7. Felix

    Kak saya mau nanya, untuk kuliah arsitek di Jerman harus sepintar apa ya? soalnya saya lemah di bidang matematika dan fisika, hehehe. kita bisa nggak sekolah disana bermodal hobi gambar, suka mengamati bangunan, dan nekat? makasi :)

    Reply
  8. theodora janenita

    Halo Felix,
    S2 di SAC,Frankfurt (thank God) ngga ada hitungannya, jadi memang murni memperdalam ilmu, dan belajar beberapa program baru yg mendukung proses desain.

    kebetulan S1 arsitek saya di Indonesia (UNPAR, Bandung), hitungan banyak dipakai di beberapa mata kuliah penting (major), mulai dari menghitung struktur, utilitas, mechanical electrical dll. saya jg tidak terlalu jago hitungan pas SMA dl, tp untungnya selamat sampai lulus, asal banyak latihan soal dan diskusi sama temen yg pintar di bidang ini. intinya mah asal mau usaha, pasti bisa :)

    hobby gambar itu (IMHO) akan sangat membantu untuk kuliah arsitektur sampai nanti berprofesi di bidang ini, karena wawasan tiga dimensional kamu semakin terlatih.

    nekat boleh, tp tetep harus ada persiapannya yah :)

    Reply
  9. disma yuantari

    halo kak sebelumnya salam kenal ya hehe , saya mau nanya apakah bisa jika lulus sma langsung melanjutkan kuliah di jerman ? apa harus mengambil s1 terlebih dahulu di indonesia?? karena sebetulnya saya ingin sekali langsung kuliah diluar negeri. terima kasih:)

    Reply
    1. germany2study Post author

      Setelah lulus SMA kamu bisa melanjutkan kuliah di Jerman, tapi jadinya kamu harus ambil Studienkolleg(persiapan sebelum masuk Universitas/H di Jerman) dulu.

      Reply
  10. Lala

    Kaa mau nanya ya :) Saya baca2 di artikel kaka kalau mau ambil arsitek di jerman ga perlu bisa gambar dulu ya? Tapi sebelumnya itu harus pernah praktek kerja di bidang arsitektur menjadi apa aja. Nah, kerjanya itu di Indonesia atau di Jerman nya kak? Plis jawab yah aku pengen arsitek jerman hehe

    Reply
    1. germany2study Post author

      Kerja praktek di kantor arsitek, maksudnya supaya kamu punya gambaran dunia pekerjaan arsitek seperti apa. Sebaiknya bikin kerja prakteknya di Indonesia, karena untuk cari kerja praktek di Jerman tidak begitu mudah.

      Reply
    1. germany2study Post author

      Persyaratan kerja praktek itu tergantung universitas/FH-nya. Jadi mendingan cek dulu kamu mau studi di universitas/FH mana.

      Reply
  11. Adam

    Salam kenal, saya tahun mahasiswa s1 arsitektur juga, ada rencana mau ambil s2 nah kalo di jerman SAC itu biayanya berapa ya? Dan menurut mas tebtang biaya hidup di sana bagaimana?, dan persyaratannya apa ya untuk melanjut s1 ke s2 di SAC ? Mksih sblmnya

    Reply
  12. rere

    minat si ada , tapi bakat kaya ga ada deh, bisa gambar kalo meniru aja, kalo ngitung ya lumayan deh , coz aku sekarang kls 2 smk akuntansi. kira-kira bisa ga ya beralih pengen ke arsitek? peluang.a berapa persen ya? apalagi kita cewe tar nyari kerjaannya dimana dan bagaimana ya?

    Reply
    1. germany2study Post author

      Setau saya tidak semua Studienkolleg terima lulusan SMK, jadi pertama-tama kamu harus cek dulu Studienkolleg mana yang mau terima lulusan SMK. Dan selain itu kamu harus cek juga dengan Studienkollegnya apakah kamu bisa mengambil T-Kurs, walaupun kamu dari akutansi.

      Reply
  13. Fadila Ayu Syarifah

    Hi Theodora..

    Salam kenal saya Dila, saya dulu lulusan S1 Jur Arsitek ITS Surabaya.
    Seneng rasanya baca artikel kamu. Bikin semangat setelah hopeless. :D Soalnya lagi kepikiran, suami ngebet pokoknya harus sekolah lg di jerman. Sayanya ga mau ditinggal, tp bingung mau ngapain ke Jerman ga ada gambaran utk lanjut S2 disana. Yg kepikir malah pengen sekolah di Delft. hehe.. pas banget suami juga ngincer Frankfurt.. Nice share. Thank you :) )

    Reply
  14. Ledi

    kak mau nanya, saya sekarang kelas 3 SMA di salah satu sekolah swasta unggulan jakarta. waktu itu saya pernah tes minat bakat di UI dan keluar hasilnya yang pertama arsitek kedua food tech dan ketiga kedokteran. saya udah rencana kuliah di jerman tapi masih bingung ambil arsitek atau food tech. dari nilai, hitungan saya kuat dan kimia bio juga lumayan. cuman saya belom bisa gambar kayak gambar arsitek. cuman saya dari dulu tertarik sama gambar2 bangunan dan senang untuk belajar akan hal itu. Kebetulan guru les mafia saya bekas arsitek dan menawarkan untuk mengajari saya dasar arsitek sebelom kuliah.

    food tech saya cukup tertarik juga tapi sepertinya minat saya lebih besar di arsitek. apakah kuliah S1 arsitek di jerman sangat berat? saya takut sampai tidak tidur berhari-hari jadi stress dan malahan gagal disana. prospek kerja disana lebih bagus arsitek atau food tech ya? soalnya di tempat les jerman aku bilangnya kalau buat cewe food tech lebih bagus? mama aku juga takut kalau aku ga kuat di arsitek.

    menurut kakak gimana? maaf ya banyak nanya makasih banget jawabannya aku bner2 bingung soalnya :(

    Reply
    1. germany2study Post author

      Kalo dari prospek kerja di Jerman, food tech lebih bagus. Kuliah arsitek/food tech keduanya sama sulitnya, tapi bentuk kesulitannya berbeda. Tapi kalo kamu lulusan SMA unggulan di Jakarta, kamu pasti bisa lewatin studi di Jerman.

      Reply
  15. didiet

    Dear Theodora

    Salut untuk tulisan dan saran Theodora untuk calon2 arsitek, sangat mebantu membuka wawasan.
    Kebetulan saya arsitek, alumni Trisakti, angkatan 1988, karena kurang pandai untuk bisa nembus Unpar.
    Semoga lancar kuliahnya.
    Salam,

    Reply
  16. Cassie

    Hi :D
    Aku murid kelas 3 SMA. Jadi, sebelum kls 3 aku belum pernah kepikiran mau ambil arsi. Terus tiba-tiba tertarik. Apalagi waktu fingerprint, bakat aku ada di arsi dll yang berhubungan dengan dimensi ruang. Tp waktu liat gambar” mahasiswa arsi unpar kok aku minder ya. Kayaknya gambarku ga sebagus itu. Aku jadi kurang pd sekarang mau ambil arsi. Tapi kepengen bangeet. Nurut kakak arsi itu harus punya kemampuan gambar yang banget banget ga si? Soalnya aku jadi takut kalo nanti ga berjalan baik kuliah di jurusan arsi. Butuh sarannyaa, maaf banyak nanya, makasiiii sebelumnya :D

    Reply
    1. germany2study Post author

      Hi Cassie, jaman sekarang semua gambar hampir menggunakan komputer. Jadi setau saya kamu tidak perlu sangat berbakat sekali untuk menggambar. Yang penting kamu tertarik untuk menggambar. Pertanyaan berikutnya juga, setelah lulus kuliah kamu mau kerja di mana. Soalnya lapangan pekerjaan arsitek di Jerman agak terbatas, karena di tahun 70 dan 80-an, sangat banyak lulusan arsitek. Dan selain itu negara Jerman sudah sangat berkembang. Tapi saya kira prospek kerja arsitek di Asia Tenggara masih sangat bagus.

      Reply
  17. Nicky

    Hai, maaf mau tanya butuh bgt jawaban

    Saya sedang menempuh s1 jurusan manajemen (ekonomi). Saya di sma dapet ips jadi gabisa s1 arsitektur padahal minat kesana.

    Kalau saya s1 manajemen dan mau lanjut s2 arsitektur ke jerman bisa ngga ya?

    Makasih banyak, ditunggu jawabannya :)

    Reply
  18. nabil shawab

    Hai kak !.
    Maaf Mengganggu !.
    Saya masih kelas 2 sma,, saya sangat suka menggambar dan membuat rumah dari sterofoam, karton ubi dan dari korek api, sampai2 guru saya mensetujui saya untuk ngambil jurusan arsitek dan saya lumayan pandai dalam menghitung !.
    Tapi,, entah takdir atau apa, saya masuk jurusan ips, sedangkan kata teman2 saya untuk mengambil jurusan arsitek harus jurusan ipa !.
    Saya jadi bingung karena hobby saya hanya tersalurkan di arsitek
    Jadi menurut kakak bisa tidak saya masuk jurusan arsitek ?..
    Jika tidak bisa, ada tidak jurusan2 yg berkaitan dengan arsitek tetapi tidak terlalu memerlukan kejagoan menghitung ?.
    Maaf ya kakak kalo’ panjang kali pertanyaannya !.. tolong pencerahannya kak

    Reply
    1. germany2study Post author

      Dari pengalaman banyak orang, kamu bisa ambil jurusan IPA juga di sini. Jadi harusnya kamu juga bisa ambil jurusan arsitek. Mengenai hitung-hitungan, sepertinya kamu harus punya dasar yang cukup untuk hitung-hitungan.

      Reply
  19. hilda

    hi kak,
    mau nanya nih,
    saya mahasiswa smster 4 di salah satu uni swasta di surabaya. saya pengennya bisa lanjut s2 ke jerman, persiapan sedini mungkin kan perlu nih. setelah saya cari-cari di anabin, ternyata kampus saya ga masuk daftar +. apa iya kalau nantinya saya sudah siapkan dokumen2 utk s2 ke jerman, kemungkinan untuk ditolak sana uni/FH di jerman itu lebih besar?
    makasih kak :D

    Reply
    1. germany2study Post author

      anabin.de itu biasanya dijadiin reference untuk tau apakah universitas kamu diakui atau tidak. Tapi sebaiknya kamu kontak universitasnya langsung. Karena universitas bisa punya kebijakan sendiri. Kalo kamu kira* dapat jawaban positif dari universitas kamu bisa mulai persiapkan dokumen-dokumen untuk melamar nanti kalo kamu hampir kelar S1.

      Reply
  20. joshua evander

    Kaa nanya dong
    saya kurang ahli dlam memainkan gambar di kertas
    aaya lebih dominan ke software dan komputer, tp saya tidak masalah dengan mat3matika maupun fisika
    dan saya sangat xinta bidang arsitektur karna saya punya mimpi buat bangunan
    apa saya cocok masuk kuliah arsitektur jerman?? Trims kaa :D

    Reply
    1. germany2study Post author

      Kuliah arsitek biasanya mensyaratkan kamu bisa menggambar juga. Biasanya calon mahasiswa arsitek di Indonesia juga ikut les menggambar.
      Kalo kamu juga tertarik ke software dan komputer, mungkin kamu juga bisa pertimbangkan studi informatika.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>