Investasi Kuliah di Jerman

Banyak sekali komentar dan email yang sampai ke kami yang menanyakan bagaimana bisa kuliah di Jerman tetapi keadaan keuangan terbatas. Jujur saja, walaupun biaya kuliah di Jerman relatif jauhh lebih murah daripada di negara lain, tetap saja ada biaya hidup dan biaya lain-lainnya. Jadi keuangan yang cukup sangat dibutuhkan sebagai modal awal untuk bisa kuliah di Jerman.

Saya tidak mau menjual mimpi. Saya menuliskan kenyataan kalau kita butuh uang untuk bisa kuliah di Jerman. Kalau uang bukan masalah kamu, artikel ini bukan buat kamu. Tapi kalau uang menjadi salah satu kendala, silahkan baca terus artikel ini :)

“Tidak ada yang gratis di dunia ini, pipis saja sekarang bayar” Sering saya dengar istilah ini. Lucu juga kalau pertama kali mendengarnya. Tetapi itulah kenyataan. Uang bukan segalanya, tetapi dalam banyak hal, kita butuh uang sebagai modal awal untuk mencapai cita-cita kita.
Saya juga bukan datang dari keluarga yang kaya raya. Tidak mudah untuk meyakinkan orang tua supaya bisa mengirimkan saya kuliah di Jerman. Keputusan yang orang tua saya ambil menyebabkan prioritas lain jadi diundur dulu. Tetapi selama kamu bisa membuktikan kalau kamu sudah dewasa dan bisa dikasih tanggung jawab; selama kamu bisa meyakinkan orang tua kalau investasi pendidikan langsung didiri kamu merupakan pilihan investasi yang baik, saya rasa orang tua kamu akan memberikan prioritas utama terhadap pilihan yang kamu tawarkan.

Berapa sih dana yang dibutuhkan sebagai modal awal untuk kuliah di Jerman???

Dibawah ini contoh modal awal yang wajib kita punya atau investasi minimum.

Modal awal Jumlah
Bukti keuangan (dipakai untuk biaya hidup selama 12 bulan) Rp 130.500.000
Tiket pesawat (Jakarta-Frankfurt) Rp 8.000.000
Pembuatan visa Rp 900.000
Pembuatan Passport Rp 600.000
Biaya lain2 (terjemahan, periksa kesehatan, kirim banyak dokumen melalui studi-di-jerman.com, dll) Rp 10.000.000
Jumlah Rp 150.000.000

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana dengan biaya kusus bahasa Jerman. Kursus bahasa Jerman memang penting dan biayanya bisa jadi mahal tergantung kamu kursus di instansi mana. Tetapi ini tidak wajib karena bisa jadi kamu kuliah dalam bahasa Inggris, atau kamu bisa juga belajar bahasa Jerman sendiri.

OK, sekarang kamu tau kamu butuh 150 juta sebagai modal minimum awal. Ini sudah pasti bukan jumlah yang sedikit. Ini setara dengan 250 gram emas atau 1 mobil baru kelas kecil atau mobil bekas kelas menengah atau tanah 1000 m2 dikampung bapak saya.
Sekali lagi, kuliah merupakan investasi. Kamu bisa pilih mau kuliah dimanapun; tetapi dengan prinsip investasi high risk high reward, kuliah di Jerman merupakan salah satu yang high risk.

Mengapa kuliah di Jerman termasuk high risk??

Kalau dari pengalaman saya, kuliah di Jerman termasuk higher risk daripada kuliah di Indonesia. Kalau kamu punya impian untuk kuliah di luar negeri, di negara manapun, menurut saya resiko nya lebih tinggi daripada kuliah di Indonesia. Kita harus belajar bahasa asing, entah bahasa Jerman maupun bahasa Indonesia. Kita akan tinggal di luar negeri yang jauh dari keluarga. Kita akan mengikutin program dan proses pembelajaran yang sangat beda dengan di Indonesia. Kita akan mengalami culture shock, dsb.

Bagaimana dengan high return??

Harus diakui, lulusan universitas Jerman cukup masuk hitungan karena tidak mudah untuk lulus dari universitas di Jerman. Universitas di Jerman semuanya diakui oleh negara. Tidak seperti di negara-negara lain yang gampang saja mendirikan universitas dengan statusnya tidak jelas. Setelah lulus dari universitas di Jerman, kamu punya dua pilihan: pulang ke Indonesia untuk bekerja di Indonesia dan membangun negara Indonesia atau tinggal di Jerman untuk bekerja di Jerman dan membangun negara Jerman. Dua-duanya pilihan yang bagus. Banyak lulusan uni Jerman yang kerja di Indonesia dan dihargai bidangnya di Indonesia. Banyak juga yang buka usaha sendiri setelah menempuh pendidikan dan gemblengan kehidupan di Jerman. Banyak juga yang tinggal di Jerman dan kerja di perusahaan di Jerman seperti saya dan suami saya contohnya.

Kalau ngomongin investasi, banyak juga orang yang bertanya berapa ROI nya (return on investment). Kalau ini saya bisa bilang, tergantung dari orang nya masing-masing. Ada juga student Indonesia yang gagal dan pulang ke Indonesia tanpa membawa ijazah. Tetapi lebih banyak lagi yang sukses dan bisa menghidupi keluarga setelah bekerja. Jadi ROI nya cukup tinggi lah kalau menurut saya.

Jadi, mulailah menabung dari sekarang. Mulailah diskusi dengan orang tua kalian dari sekarang dan meyakinkan mereka kalau investasi ini sangat baik. Jangan sia-siakan kepercayaan orang tua kalian. Saya bisa ngomong begini karena sekarang saya juga sudah menjadi orang tua :)

Sampai ketemu di Jerman. Salam dari Heidelberg

2 thoughts on “Investasi Kuliah di Jerman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>