Kemungkinan bekerja setelah selesai studi di Jerman

Sebagian besar teman-teman yang saya kenal studi di Jerman memilih untuk mencari pengalaman kerja di Jerman setelah selesai studi di Jerman. Bahkan sering kali ada yang mengkontak saya lewat email karena berencana studi di Jerman dan setelah itu ingin untuk bekerja di Jerman. Bagaimana kemungkinan orang asing atau tepatnya orang Indonesia untuk bekerja di Jerman?

Dari sisi pemerintahan Jerman
Kira-kira sejak tahun 2005 pemerintahan Jerman memudahkan kemungkinan bagi orang asing untuk bekerja di Jerman. Berbeda dengan negara seperti Amerika, Australia, dan Singapore negara Jerman tidak menawarkan Permanent Resident(PR) bagi yang tidak memiliki pekerjaan. Setau saya di Amerika, Austrialia dan Singapore persyaratan untuk bekerja di sana adalah memiliki PR. Untuk memiliki PR kita harus melamar dan memenuhi persyaratan kebutuhan tenaga kerja di negara tersebut, contohnya gelar edukasi dan bahasa. Biaya untuk membuat PR bisa beberapa ribu dollar. Dan setelah itu baru kita bisa melamar ke perusahaan. Sedangkan di Jerman, PR bukan persyaratan untuk melamar pekerjaan. Jadi kita melamar kerja dengan persyaratan yang sama dengan orang Jerman, jika diterima oleh perusahaan yang kita lamar,  kita mendapat kontrak kerja(Arbeitsvertrag). Dengan Arbeitsvertrag ini kita bisa melamar untuk mendapat ijin kerja(Arbeitserlaubnis). Ijin ini biasanya berlaku 1-2 tahun untuk bekerja di perusahaan tersebut. Setelah memenuhi beberapa persyaratan, seperti membayar pensiun(Rentenversicherung) 60 bulan dan tinggal di Jerman selama beberapa tahun, maka kita bisa melamar untuk PR atau di Jerman namanya Niederlassungserlaubnis. Dengan ini kita diijinkan untuk tinggal dan bekerja di Jerman tanpa batasan waktu(unbefristet). Niederlassungserlaubnis juga tidak ditujukan untuk perusahaan tertentu, artinya kita bisa pindah ke perusahaan lain tanpa melamar ijin tinggal dan kerja lagi, berbeda dengan Arbeitserlaubnis. Selain itu biaya Arbeitserlaubnis dan Niederlassungserlaubnis kira-kira dibawah 100 €, mungkin bisa berbeda di setiap kota. Jadi di Jerman berbeda dengan negara lain, karena PR baru didapat setelah bekerja.

Ada juga pertanyaan apakah orang Jerman didahulukan untuk memenuhi lowongan pekerjaan. Memang benar pertama-tama akan didahulukan orang Jerman, lalu orang dari Europa Union, setelah orang asing(Indonesia). Biasanya kalo perusahaannya sudah setuju menerima kamu, kamu akan dapat kontrak kerja. Dengan kontrak kerja itu kamu melamar ijin kerja(Arbeitserlaubnis) ke kantor imigrasi(Ausländerbehörde). Dari situ kantor imigrasi dengan kantor tenaga kerja(Arbeitsamt) akan memeriksa apakah ada orang Jerman atau EU yang mau dan berkualifikasi memenuhi lowongan pekerjaan ini. Jadi proses ini bisa makan waktu beberapa minggu. Tetapi dari pengalaman saya, kalo sebelumnya perusahaan sudah menerima kamu artinya tidak ada orang Jerman atau EU yang mau dan berkualifikasi untuk memenuhi lowongan pekerjaan ini.

Dari segi permintaan dan penawaran (supply and demand)
Sebagai negara yang sangat maju dari segi ekonomi, edukasi, dan sosialisasi Jerman memiliki masalah besar dengan keadaan demografi mereka. Secara demografi di Jerman semakin sedikit jumlah tenaga kerja dan semakin banyak jumlah orang yang pensiun. Karena itu permintaan terhadap tenaga kerja dari perusahaan di Jerman sangat tinggi, sedangkan penawarn dari jumlah tenaga kerja rendah. Sejak 1-2 tahun terakhir saya perhatikan di TV sering kali ada iklan dari perusahaan yang mencari tenaga kerja. Biasanya iklan di TV ditujukan kepada konsumer produkt, tetapi sekarang digunakan juga untuk merekruit tenaga kerja. Contohnya Deutsche Telekom mencari tenaga kerja melalui TV.

Selain itu supaya menarik perusahaan-perusahaan juga menawarkan work life balance untuk pegawai mereka. Contohnya lihat iklan dari Deutsche Telekom yang menawarkan kemunkingan bagi pegawai mereka untuk membagi waktu untuk keluarga, pekerjaan, dan juga bahkan olah raga.

Dua aspek di atas menunjukan kemungkinan yang besar untuk mendapatkan pekerjaan di Jerman. Sisanya kemungkinan untuk mendapat pekerjaan di Jerman tergantung pada diri kita sendiri. Persyaratan yang penting adalah kemampuan kita berkomunikasi dalam bahasa Jerman. Pengalaman praktikum dan bekerja selama mahasiswa bisa menjadi reference yang bagus untuk melamar pekerjaan. Dan juga penting kegigihan kita melewatin masa-masa melamar ke berbagai perusahaan. Terakhir yang dibutuhkan untuk mendapat pekerjaan di Jerman adalah bagaimana kita bisa “menjual/memarketingkan” diri kita sendiri lewat surat-surat lamaran dan nantinya sewaktu interview.

26 thoughts on “Kemungkinan bekerja setelah selesai studi di Jerman

  1. ariandy

    Soal mendapatkan pekerjaan, saya sempat dengar bahwa jika sebuah perusahaan membuka lowongan, maka perusahaan tersebut wajib mencari orang jerman yang kompeten terlebih dahulu, sebelum memberikan pekerjaan tersebut ke orang asing. Apa bener begitu?

    Reply
  2. voldie

    Hello, sesuai informasi yang saya dapatkan dari ABH Essen,salah satu persyaratan untuk mendapatkan Niederlassungerlaubnis adalah membayar renteversicherung minimum 60 bulan, bukan membayar pajak 60 bulan. Seseorang bisa saja telah membayar pajak selama 60 bulan tanpa bayar renteversicherung, karena pajak dikenakan pada pendapatan minimum 400 Euro/bulan dan renteversicherung dikenakan pada pendapatan minimum 8000 eur/tahun.

    Reply
  3. fxba77

    Selain Niederlassungserlaubnis…. ada ijin tinggal/kerja yang lebih bagus dari NE, yaitu Daueraufenthalt-EG….. gak ada Nachteilnya, tapi banyak sekali Vorteilnya…… terus mulai Agustus/Sept/Okt nanti Änderung dari AufenthG yang terbaru mulai berlaku, jadi nanti infonya mesti diupdate lagi….

    Reply
  4. udin

    Hallo,

    kurang lebih 4-5 bulan lalu, banyak peraturan baru soal imigrasi setelah kuliah di jerman.
    Singkatnya, mesti di cek di web site atau tanya ke Ausländerbehorde terdekat.

    Selain itu juga baru diperkenalkan Blaue Karte (kaya green card nya EU).

    Pokoknya, banyak peraturan2 baru yang memudahkan orang non EU untuk tinggal di EU.

    Semoga info nya membantu !

    Reply
  5. udin

    mau tanya. jurusan apa dari Indonesia yang bisa cocok bekerja di jerman? soalnya saya lulus sma akan mengambil jurusan kimia dan setelah itu lanjut studi dan kerja di jerman.
    terimakasih

    Reply
    1. sjtirtha

      jurusan tehnik biasanya gampang untuk dapet kerjaan di Jerman. Temen2 saya yang lulusan elektro, mesin, dan informatik cukup mudah untuk dapet kerja. Kalo sipil dan arsitek agak sulit sementara ini, tetapi juga bukan bearti tidak mungkin. Kalo seneng kimia, bisa ambil tehnik kimia, biotehnologi, atau tehnik plastik(kunstofftechnik). 3 jurusan ini juga mudah untuk dapet kerjaan.

      Reply
  6. Gina19

    Mas saya mau bertanya. Apakah lulusan ekonomi ( international class) disana mudah mendapatkan pekerjaan? Karena ada beberapa orang yang bilang bahwa lulusan international class sulit mendapat pekerjaan. Terima kasih

    Reply
    1. germany2study Post author

      Maksud kamu international class itu berbahasa inggris? Kebanyakan yang studi di Jerman dalam bahasa Inggris tidak begitu bisa berbahasa Jerman, karena itu sulit untuk mendapat pekerjaan. Kalo dari bidangnya sendiri ekonomi, seharusnya sih banyak lapangan pekerjaan di bidang ekonomi di Jerman.

      Reply
  7. Toro

    Mas , sya mahasiswa yg mengambil jurusan teknik sipil S2, setelah lulus sya bertujuan untuk bekerja di jerman. Persyaratan apa saja yg perlu sya penuhi ? biar sya persiapkan mulai dari sekarang. apakah prospek kerja teknik sipil dsana itu banyak ? ataukah agak sulit ?
    mohon pencerahanya. terimakasih banyak

    Reply
    1. germany2study Post author

      Setau saya tidak mudah untuk langsung bekerja di Jerman. Kendala terutama adalah bahasa. Selain itu di Jerman process untuk menerima lulusan asing sebagai tenaga kerja belum begitu umum dan perusahaan-perusahaan Jerman juga tidak mau mengambil risiko menerima pegawai baru dari lulusan luar negeri. Karena itu lebih baik batu loncatannya adalah kalo kamu studi dulu di sini. Sejujurnya prospek kerja untuk sipil tidak begitu bagus di Jerman. Karena di Jerman dari tahun 80-90 sangat banyak lulusan sipil dan pembangunan di Jerman juga tidak begitu banyak dibandingkan dengan pembangunan di Asia. Kalo kamu tertarik tetap dibidang sipil, mungkin kamu harus mengambil spesialisasi seperti sipil untuk pembangunan pusat tenaga listrik.

      Reply
      1. Toro

        seperti itu ya , apa saya lebih baik mengambil S3 dsana ? apakah aupair itu bisa dijadikan batu loncatan juga ? berarti sya harus mengambil lebih spesifikasi lg untuk bangunan pembangkit tenaga listrik ? ataukah ada yg lain seperti sipil geoteknik ? sya baca kalo jerman sedang membutuhkan tenaga kerja dalam bidang IT , apa lebih baik sya mengambil S3 nya itu jurusan Informatika ? Terimakasih Banyak

        Reply
        1. germany2study Post author

          Hi Toro,

          kalo kamu rencananya mau bekerja di perusahaan, saya tidak begitu menyarankan S3. Aupair juga biasanya batu loncatan bagi yang ingin ambil S1 atau S2, tetapi biayanya terbatas. Untuk pindah jurusan ke Informatika, kamu harus punya S1/S2 dari Informatika. Konkretnya saya tidak tau pasti spesialisasi sipil apa yang dibutukan di sini. Ini sesuatu yang kamu perlu research lebih lagi.

          Reply
  8. Wahyuni

    Permisi, saya mau tanya. tahun depan saya akan kuliah (aamiin) dan saya memiliki keinginan kuliah di Jerman serta bekerja disanan. kalau boleh saran, bidang apa ya yang bagus disana untuk lulusan dari jurusan IPS ? karena saya mengambil jurusan IPS di SMA. Terima Kasih.

    Reply
    1. germany2study Post author

      Hi Wahyuni, kalo lulus IPS baiknya kamu ambil ekonomi/bisnis di sini. Dalam bahasa Jerman nama bidang studinya BWL(Betriebswirtschaftslehre).

      Reply
  9. silvania

    halo saya mau tanya, untuk bekerja di jerman, apakah s2 dgn menggunakan bhs inggris bisa dijadikan batu loncatan?? karna ada yg bilang akan susah kalau s1 nya di Indo lalu ambil s2 yg bhs jerman, karna pasti banyak bgt saingannya trutama yg udh s1 di jerman kan mrk studkol dulu jadi lebih lancar bhs jermannya..

    Reply
  10. Intan

    Ada infromasi terkait universitas yang memiliki study biomedical engineering untuk program bachelor, tidak??? Terimakasiih

    Reply
  11. Dhessy Susanto

    Mas saya tahun ini akan lulus SMA. Rencananya mau ngelanjutin studi di Jerman atau Aussie. Kira2 jurusan yang cocok buat anak jurusan IPA seperti saya apa ya? Sy tidak berminat di kedokteran soalnya butuh waktu lama. Menurut Mas bagusan kuliah di Jerman atau Aussie? Thanks

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>