Kehidupan sehari-hari orang jerman

Beberapa hari terakhir saya mendapat masukan dari pembaca untuk tema post berikutnya. Terima kasih Andik untuk 2 tema yang kamu sarankan dan juga Debby yang membandingkan kualitas Universitas di Jerman dan di Indonesia, yang sebenarnya di Jerman bukan hanya untuk studi, tetapi juga untuk belajar kebiasaan dan kultur orang Jerman. Dari situ saya mau bahas di post kali ini beberapa cuplikan kehidupan sehari-hari orang Jerman yang mungkin bisa memberi masukan yang positif buat pembaca dari Indonesia yang mempunyai latar belakang kultur yang sangat berbeda dengan orang Jerman.

1. Satu kali makan panas
Orang Jerman pada umumnya hanya satu kali makan panas, biasanya untuk makan siang. Jadi sarapan dan makan malam roti. Buat orang Jerman terlalu repot kalo 3 kali makan sehari harus selalu masak atau memanaskan makanan. Selain itu untuk makan siang juga biasanya mereka punya jenis makanan yang simple, contohnya kentang, Schnitzel, Wurst, salat dan lain-lain. Selain itu orang Jerman juga tidak suka makan seperti orang Indonesia. Beberapa orang Jerman yang saya kenal pernah ke Indonesia tidak mengerti mengapa orang Indonesia sering sekali makan, termasuk makan cemilan seperti pisang goreng atau batagor, walaupun baru saja makan siang.

2. Jalan-jalan di taman, ganti mall
Di Jerman istilah mall jarang dipakai, karena jarang ada. Yang ada di Jerman adalah Fußgängerzone, yaitu daerah pejalan kaki terbuka dan di sebelah kiri-kanan ada toko-toko. Pada umumnya orang Jerman lebih suka meluangkan waktu untuk jalan-jalan di taman dari pada ke mall. Mereka biasanya hanya pergi belanja kalo memang ada keperluan tertentu dan bukan hanya untuk jalan-jalan.

3. Sepeda ganti mobil
Sepeda adalah alat transportasi yang sangat difavoritkan di Jerman. Biasanya kalo musim semi, musim panas, dan musim gugur mulai banyak orang Jerman yang lebih menggunakan sepeda dari pada mobil. Pengalaman saya pribadi sewaktu masih sering naik sepeda karena tidak punya mobil, kalo ngobrol dengan orang Indonesia biasa mereka langsung bertanya “Kenapa ga beli mobil?”, sedangkan orang Jerman bilang “Gut, es ist gesund.”(terjemahan: bagus hidup sehat). Lalu setelah saya punya mobil, orang Indonesia bilang “Mobilnya apa?”, sedangkan orang Jerman “Wo ist dein Fahrrad?”(terjemahan: kemana sepeda kamu?). Bahkan di Jerman manager juga banyak yang naik sepeda.

4. Pengalaman ganti materi
Orang Jerman dikenal sebagai orang yang sangat senang pergi berlibur. Biasanya orang Jerman setidaknya dalam satu tahun pergi berlibur. Untuk itu mereka lebih memilih mengeluarkan uang untuk berlibur dari pada membeli barang mahal. Juga orang Jerman tidak selalu membeli oleh-oleh atau barang di tempat mereka berlibur. Selain itu orang Jerman juga senang pergi ke museum, tempat bersejarah, dan outdoor.

5. Rumah tanpa pembantu
Sampai sekarang saya tidak kenal satu orang Jerman pun yang memiliki pembantu, karena pembantu sangat mahal. Oleh karena itu semua pekerjaan rumah tangga harus dikerjakan sendiri. Pada umumnya orang Jerman menggunakan hari sabtu untuk membersihkan rumah mereka. Ini juga salah satu alasan mengapa orang Jerman hanya makan panas satu kali sehari. Ada juga orang Jerman yang membayar orang untuk membersihkan rumah mereka, tetapi jadinya orang yang membersihkan rumah mereka hanya datang seminggu sekali untuk waktu 2-3 jam.

6. 2 hari sekali mandi, bukan 2 kali sehari
Berbeda dengan di Indonesia, karena di sini lebih dingin dan udaranya lebih bersih orang Jerman tidak perlu mandi sering-sering. Selain itu udara di sini lebih kering dari pada di Indonesia, jadi kalo sering mandi maka kulit akan kering. Karena itu kira-kira orang Jerman mandi 2 hari sekali.

7. Pertandingan bola dan hari minggu
Kedua hari ini adalah hari di mana biasanya sepi. Pada pertandingan bola Jerman melawan negara lain, biasanya orang-orang berkumpul di rumah atau pergi ke bar untuk nonton bola bersama. Jadi kira-kira selama 2 jam pertandingan bola kota-kota di Jerman sangat sepi. Pada hari minggu karena toko, supermarket, dan perkantoran tutup jadi sebagian besar orang Jerman tinggal di rumah. Biasanya hari minggu juga digunakan oleh orang Jerman untuk jalan-jalan ke taman atau naik sepeda.

Kira-kira inilah beberapa cuplikan kehidupan sehari-hari orang Jerman.

8 thoughts on “Kehidupan sehari-hari orang jerman

  1. andik

    dibahas juga dong bagaimana sistem hukum yang ada di jerman, termasuk bagaimana pelaksanaannya di masyarakat. Apa di jerman juga sering ada gejolak sosial seperti yang kadang terjadi di masyarakat kita

    Reply
    1. sjtirtha

      Indonesia dilihat sebagai negara dunia ketiga, bukan negara industri. Contohnya Jerman import kelapa sawit untuk diolah jadi produkt di Jerman. Produkt Indonesia yang masuk Jerman kebanyakan baju dan sepatu, itupun bukan merek Indonesia. Setau saya indonesia masi dibelakang tailand dan vietnam dari sisi pandang orang Jerman sebagai negara dunia ketiga. Walaupun demikian jumlah mahasiswa Indonesia sangat banyak di Jerman dibandingkan dengan negara asia tenggara lainnya. Sering kali juga orang Jerman menyangka Indonesia letaknya dekat Bali, tapi Bali bukan bagian dari Indonesia.

      Reply
  2. listati

    saya punya keinginan anak saya kuliah di jerman tapi bahasa inggris anak saya tidak bagus apa solusi yang harus di lakukan dan biaya kuliah di jerman apakah saya bisa mengandalkan anak saya untuk kuliah sambil kerja di jerman mohon penjelasan

    Reply
    1. germany2study Post author

      Studi di Jerman sebagian besar dalam bahasa Jerman. Saran saya kalo ingin mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman di Jerman, sebaiknya studi dalam bahasa Jerman. Untuk itu anak bapak/ibu bisa dikursuskan bahasa Jerman dulu. Studi sambil kerja di Jerman juga sangat mungkin. Lebih dari 80% orang Indonesia yang saya tau itu mereka studi dan bekerja. Tapi tetap orang tua sebaiknya menyediakan dana untuk biaya studi dan hidup di Jerman juga.

      Reply
  3. ratih

    di jerman pasangan yang memiliki anak akan mendapatkan hadia atau subsidi dari pemerintah dan mereka akan di tanggung biaya pendidikannya info ini berdasarkan teman saya yang berkebangsaan jerman

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>