Keahlian yang berguna di Jerman

Biasanya yang sedang mempersiapkan untuk studi di Jerman sibuk dengan belajar bahasa Jerman, belajar soal-soal Aufnahmeprüfung, cari-cari FH atau Universitas, cari-cari kontak di Jerman. Selain itu menurut saya ada beberapa keahlian lain yang bisa sangat berguna untuk di Jerman. Post ini berisi beberapa keahlian yang sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari di Jerman.

1. masak
Keahlian yang sangat penting di Jerman adalah memasak. Karena pada umumnya orang Indonesia tidak terbiasa untuk makan roti dan kentang setiap hari, jadinya sering kali orang Indonesia kangen makanan Indonesia. Khususnya bagi mereka yang tidak pernah tinggal di luar rumah, akan sulit beradaptasi kalo tidak ada pembantu, tidak ada ibu, dan tidak ada penjual makanan yang keliling di Jerman. Alternativ makanan Indonesia yang paling banyak di Jerman adalah makanan cina atau thai, tetapi rasanya juga tidak benar-benar mirip dengan makanan Indonesia. Selain itu secara harga juga terlalu mahal untuk makan setiap hari di luar. Kalo ada acara makan-makan di Jerman yang diadakan orang Indonesia, biasanya mahasiswa-mahasiswa sangat rajin untuk datang. Istilahnya perbaikan gizi. Belajar memasak di Indonesia sebelum pergi ke Jerman, bisa dimulai dengan masak nasi pakai rice cooker, lalu masak indomie dan telur. Setelah itu bisa masuk ke tahap-tahap berikutnya seperti rendang, ayam sambal, bami goreng, tumis sayur, bakwan dan lain-lain. Diusahakan belajar memasak masakan tersebut dengan menggunakan bumbu-bumbu jadi dari Indofood contohnya. Karena untuk bikin bumbu dasar rendang dari awal, sepertinya bahan dasarnya juga tidak ada di Jerman. Bumbu jadi bisa didapat dengan mudah di toko asia. Kemampuan memasak satu sisi berguna untuk mengurangi rasa rindu makanan Indonesia dan juga perbaikan gizi. Selain itu kemampuang memasak juga berguna untuk memperkenalkan masakan Indonesia ke orang Jerman. Di Jerman mereka mengenal makanan “nasi goreng” dan “bami goreng”. Kedua makanan ini dikenal dengan nama aslinya, jadi tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman. Selain itu orang Jerman juga suka sate dengan bumbu kacang dan bakwan.

2. jahit
Keahlian berikutnya yang penting adalah menjahit. Saya sendiri tidak bisa menjahit, tetapi istri saya punya pengalaman yang sangat baik dengan menjahit. Mesin jahit bisa beli di Jerman, kira-kira yang kualitasnya cukup ok sekitar 50-60 €. Kemampuan ini sangat berguna, karena biasanya celana di Jerman lebih panjang untuk orang Indonesia. Kalo minta dipotong di tukang jahit kira-kira per celana harganya 6 €. Sedangkan celananya sendiri bisa jadi cuman 5 € kalo lagi discount, contohnya dari Outlet Esprit. Selain itu dengan keahlian menjahit juga bisa terima jasa pemotongan celana dari teman-teman. Harganya bisa ditentukan sendiri.

3. montir sepeda
Sepeda adalah transportasi paling penting di Jerman. Harga sepeda baru di Jerman dimulai dari 150 €. Biasanya mahasiswa dapat sepeda bekas atau beli dari Flohmarkt(pasar loak). Baik sepeda baru atau bekas, setelah beberapa lama dipakai, pastinya selalu ada yang perlu diperbaiki. Dari ganti ban, ganti rem, set rem, set gigi, dan lain-lain. Saya sendiri belum pernah ke toko sepeda, karena selalu saya perbaiki sendiri. Tetapi saya dengar dari teman biaya pemeriksaan sepeda sekitar 15 €. Itu cuman biaya pemeriksaannya saja, kalo ada yang perlu diperbaiki biayanya akan nambah lagi. Di Jerman semua alat-alat untuk memperbaiki sepeda lengkap, terkadang kita juga bisa pinjam dari toko sepeda dan perbaiki sendiri.

4. tukang
Kemampuan bertukang juga bisa sangat membantu di Jerman. Biasanya sebagai mahasiswa, kemampuan bertukang dibutuhkan untuk mencat tembok dan pasang wallpaper. Kalo tempat tinggal yang didapat tanpa meubel dan perlu beli meubel dari IKEA, kemampuan bertukang sangat membantu. Karena meubel dari IKEA perlu dirakit sendiri, contohnya lemari, ranjang, dan meja. Selain itu ada beberapa hal di Jerman yang bisa kita kerjakan sendiri, contohnya pasang laminat, membangun dapur. Karena di sini tenaga kerja sangat mahal, kalo kita bisa mengerjakan sendiri akan sangat menghemat. Gaji tukang di sini kira-kira minimal 25 € per jam, jadi bisa hitung sendiri untuk pasang laminat gaji tukangnya bisa lebih mahal dari bahannya.

Selain empat keahlian diatas pastinya masih banyak keahlian-keahlian lain yang bisa sangat berguna di Jerman. Keahlian-keahlian ini juga bisa sangat membantu untuk mencari pekerjaan sambilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>