Category Archives: tips & tricks

Tips dan tricks untuk studi di Jerman

Buat SIM di Jerman

Walaupun Jerman memiliki infrastruktur transportasi yang sangat bagus dan hampir semua Uni/FH menawarkan semester tiket, yaitu tiket transportasi yang bisa dipakai di daerah Uni/FH dan  biasanya semester tiket ini sangat murah, tetap saja ada keinginan orang untuk menggunakan kendaraan sendiri di Jerman. Syarat pertama untuk menggunakan menyetir di Jerman adalah SIM. SIM yang dibawa dari Indonesia berlaku hanya 6 bulan pertama dari tanggal kedatangan. Itu pun harus SIM international. Post kali ini akan membahas beberapa hal yang relevant untuk membuat SIM khususnya buat orang Indonesia.

Continue reading

Tips presentasi dalam bahasa Jerman

Presentasi adalah salah satu kemampuan yang sangat penting baik di dunia kerja juga dalam studi. Di dunia kerja sebagai tenaga ahli akan ada waktunya di mana kita harus mempresentasikan pekerjaan kita kepada rekan kerja atau atas kita. Di dunia studi setidaknya untuk tugas akhir biasanya kita harus mempresentasikan tugas akhir kita ke dosen pembimbing. Selain itu di dalam masa studi selalu ada saja mata kuliah dimana kita harus presentasi suatu tema. Kalo di Indonesia mungkin ini bukan masalah besar. Tapi di Jerman dan presentasi dalam bahasa Jerman ini bisa menjadi masalah besar, karena itu banyak juga orang asing dan orang Indonesia yang menghindari mata kuliah yang mengharuskan presentasi. Post kali ini saya mau membahas beberapa aspek mengenai presentasi dan tips untuk presentasi dalam bahasa Jerman.

Continue reading

Bagaimana memilih kota untuk studi di Jerman

Sebagian besar email kontak yang saya dapat, selalu mempertanyakan kota mana yang baik untuk studi. Memilih kota yang benar untuk studi sangat penting karena banyak aspek yang mempengaruhi kehidupan di Jerman tergantung dengan kota di mana kamu tinggal. Contohnya FH dan Universitas di kota tersebut, teman-teman yang tinggal di kota tersebut, kemungkinan bekerja, kemungkinan untuk berekreasi, dan lain-lain. Selama studi saya hanya pernah tinggal di 4 kota di Jerman selama studi, yaitu di Zwingenberg(dekat Darmstadt), Darmstadt, Furtwangen(di Schwarzwald), dan Konstanz. Selain itu saya pernah thesis di Karlsruhe, tetapi tidak tinggal di sana. Selama masa liburan studi saya pernah ke Hamburg, Freiburg, Magdeburg, Leipzig, Frankfurt, Wiesbaden, Mainz, Heidelberg, Mannheim, Berlin, Lübeck, dan Aachen. Istri saya juga berpengalaman tinggal di Bernburg (dekat Halle), Darmstadt, dan Konstanz. Dari pengalaman-pengalaman ini ada beberapa hal yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk memilih kota studi di Jerman.

Continue reading

5 langkah pertama persiapan studi di Jerman

Banyak orang yang punya mimpi ingin studi di Jerman, tetapi hanya sebagian yang berhasil mencapai impiannya. Sudah beberapa kali di mailing list atau di Facebook atau bahkan per email orang bertanya bagaimana bisa studi di Jerman. Terutama bagi mereka yang sama sekali tidak punya kenalan yang tinggal di Jerman atau yang pernah tinggal di Jerman akan sulit untuk mencari informasi ini. Di google ada banyak informasi tentang persiapan studi di Jerman, tetapi biasanya informasinya tidak terkonsolidasi di satu website. Post kali ini isinya tentang 5 langkah pertama untuk persiapan studi di Jerman.

Continue reading

4 langkah efektif belajar bahasa Jerman

Salah satu tantangan terbesar studi dan hidup di Jerman adalah komunikasi. Dua tahun pertama saya mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dalam bahasa Jerman. Walaupun setelah satu tahun di Jerman saya dapat mengerti percakapan dalam bahasa Jerman, tetapi kemampuan saya untuk menanggapi percakapan dalam bahasa Jerman sangat terbatas. Biasanya satu tahun pertama tanggapan saya “Ja/Nein” atau hanya jawaban dengan menggunakan beberapa kata, dan tidak menggunakan kalimat lengkap. Baru setelah dua tahun saya mulai cukup terbiasa untuk menanggapi percakapan. Mengenali kesulitan berkomunikasi dalam bahasa Jerman, saya mulai mencari trik untuk mempercepat perkembangan kemampuan Jerman saya. Sekarang setelah 11 tahun di Jerman, saya pikir bahasa Jerman saya cukup untuk menghadapi kesulitan kehidupan di Jerman. Baru-baru ini saya baca satu artikel http://lifehacker.com/5903288/i-learned-to-speak-four-languages-in-a-few-years-heres-how, dan ternyata trik yang dipakai oleh penulis artikel ini kira-kira mirip dengan trik yang saya selama ini lakukan.

Continue reading

Mengapa studi di Jerman lama?

Salah satu pengalaman negativ dari studi di Jerman adalah masa studi yang lama. Memang secara rata-rata sebagian besar orang Indonesia yang kelar studi di Jerman umurnya sudah lebih dari 25, bahkan kalo mengambil Diplom(gelar S2 inklusiv S1 di Jerman) atau Master artinya akan lebih lama lagi. Di post ini saya akan membahas beberapa hal yang membuat studi di Jerman terasa lebih lama dan hal-hal apa saja yang bisa dilakukan untuk mempercepat masa studi di Jerman.
Continue reading

Pertama kali di stasion kereta Jerman

Bagi yang pertama kali datang ke Jerman ada banyak hal yang tiba-tiba sangat baru. Pertama-tama keluar dari pesawat dan ambil barang di airport. Dari airport ke stasion kereta, dari stasion kereta(Bahnhof) ke kota yang dituju. Kesulitan pertama adalah bahasa dan kedua adalah sistem transportasi di Jerman. Di post ini saya mau memberi beberapa info keadaan dan sistem transportasi di Jerman. Sebagai contohnya saya ambil stasion kereta Frankfurt dan diakhir post ini saya akan beri satu tip tambahan untuk makan enak dekat stasion kereta.

Continue reading

Bertanam sayuran di Jerman (2)

Lanjutan dari post sebelumnya /bertanam-sayuran-di-jerman/, hari ini saya mengambil foto dari hasil bibit tomat yang saya tanam hari sabtu tanggal 24 maret. Jadi dalam waktu 10-11 hari sudah kelihatan hasilnya. Di foto pertama terlihat ada 6 puncuk pohon tomat.

Bagi yang tertarik, mulai bertanam secepatnya sebelum terlambat. Foto kedua adalah bayam yang saya tanam pada hari yang sama. Dan foto ketiga adalah daun bawang dari 3 tahun yang lalu.

image

image

image

Posting kali ini formatnya pendek dan fotonya tidak diputar, karena diposting dari WordPress mobile app sebagai percobaan.

Gereja berbahasa Jerman/Inggris di Heidelberg

Untuk mahasiswa Indonesia yang studi di Jerman salah satu kebutuhan paling penting adalah makanan rohani. Walaupun Jerman dikenal sebagai negara kristen selama ratusan tahun, tetapi sekarang ini kekristenan di Jerman sangat menurun. Gereja-gereja lokal tidak lagi memberikan kotbah sesuai Alkitab dan juga tidak lagi menyebarkan injil. Tetapi tetap masih ada beberapa gereja yang berdasarkan Alkitab.

Kalau kamu berlokasi di Heidelberg atau dekat Heidelberg, saya sangat merekomendasikan gereja ini Bibel Baptisten Gemeinde di Sandhausen(Heidelberg). Gerejanya berawal dari gereja untuk tentara militer Amerika di Heidelberg. Karena sejak 2013/2014 Base Amerika di Heidelberg ditutup, gereja ini berubah menjadi gereja Jerman, yang juga memiliki kebaktian dalam bahasa Jerman dan Inggris. Berikut ini jadwal kebaktian:
Minggu jam 09:45 Pendalaman Alkitab (dalam bahasa Jerman)
Minggu jam 11:00 Kebaktian Minggu (dalam bahasa Jerman)
Minggu jam 18:00 Pendalaman Alkitab (dalam bahasa Inggris)
Rabu jam 18:30 Pendalaman Alkitab (dalam bahasa Jerman)

Karena pendeta di gereja ini orang Amerika, bahasa Jerman yang digunakan untuk kebaktian cukup mudah dimengerti untuk orang asing. Karena itu juga banyak orang asing di gereja ini.

Untuk datang ke gereja dengan kendaraan umum, kamu bisa menggunakan bus 721 dari Heidelberg Hauptbahnhof. Dari Haltestelle tujuan, kamu bisa jalan kaki 7 menit ke gereja.

fahrplan_zur_bibel_baptisten_gemeinde
sumber: http://www.vrn.de

Semoga bisa bertemu di gereja.

Salam,

Steve

 

Bertanam sayuran di Jerman

Di Jerman orang-orang sangat menghargai makanan yang diproduksi dari daerah lokal dan ditanam secara bio, artinya tidak banyak memakai pestisida atau zat-zat kimia yang tidak natur. Karena itu sayuran, buah, dan daging yang dilabel lokal dan bio biasa harganya lebih mahal, rasanya lebih enak karena segar, dan lebih sehat. Karena itu sejak 3 tahun lalu istri saya mulai bertanam macam-macam tanaman di teras. Di post ini saya mau membagi beberapa pengalaman bertanam sayuran di Jerman.

Continue reading