Category Archives: tips & tricks

Tips dan tricks untuk studi di Jerman

Butuh waktu berapa lama untuk persiapan ke Jerman?

Jawaban untuk pertanyaan ini tergantung dari situasi dan kondisi setiap orang. Saya akan mencoba memaparkan dari beberapa contoh nyata. Harap diperhatikan, kami ke Jerman tanpa bantuan agen. Steve ke Jerman setelah lulus SMU untuk kuliah S1 dan Theresia setelah lulus S1 untuk kuliah S2.

1. Kursus Bahasa
Kami butuh 1 tahun untuk belajar bahasa Jerman dan lulus ZD (atau B1). Kalau kalian sudah berencana untuk kuliah di Jerman saat masih dibangku sekolah/kuliah, lebih baik kalian siapkan waktu untuk kursus bahasa Jerman disela-sela waktu sekolah. Belajar bahasa dengan relax dan lama (mengikuti kelas ekstensif), lebih berhasil daripada saat kita dikejar-kejar waktu dan harus kursus setiap harinya (mengikuti kelas intensif). Kalau kalian baru mendapatkan ide untuk belajar di Jerman setelah lulus sekolah, yah mau ga mau mengikuti kelas intensif atau super intensif supaya bisa cepat dapat ijazah B1, jadi tidak buang waktu.

Continue reading

Kuliah bidang apa di Jerman?

Banyak yang bertanya sebaiknya mereka kuliah apa di Jerman. Atau ada juga yang menanyakan apakah menurut kami kalau kuliah bidang A akan lebih bagus dibandingkan kuliah di bidang B, dsb. Jadi melalui posting-an ini, kami harapkan pertanyaan teman-teman akan terjawab.

Untuk menentukan sebaiknya anda kuliah apa, ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi. Saya akan coba memaparkan faktor-faktor tersebut sesuai dengan pengalaman saya dan keluarga saya. Harap diperhatikan, kalau urutan faktor dibawah ini bukan berdasarkan ranking.

Continue reading

Studi di Jerman – Butuh biaya berapa?

Banyak pertanyaan mengenai biaya yang masuk ke kontak kami. Sebagian besar sudah kami paparkan dalam beberapa posting. Disini, saya akan jelaskan lebih detail lagi.

Sebenarnya butuh biaya berapa sih untuk kuliah di Jerman? Kita harus pisahkan biaya kedalam beberapa kategori, yaitu:

1. Biaya persiapan Bahasa Jerman atau Bahasa Inggris

2. Biaya administrasi, kelengkapan dokumen, pengiriman aplikasi, visa, dll

3. Jaminan Keuangan

4. Biaya Keberangkatan dan Ketibaan di Jerman

5. Biaya studi di Jerman

6. Biaya hidup di Jerman

Continue reading

Pengalaman Kuliah Arsitek di Jerman

Ini cerita saya tentang pengalaman kuliah arsitek di Jerman. Sebelumnya saya kuliah di UNPAR (Universitas Parahyangan), Bandung jurusan Arsitektur dan ITB (Institut Teknik Bandung), Bandung jurusan Desain Interior. Setelah lulus, saya langsung bekerja beberapa tahun di beberapa perusahaan swasta, namun entah kenapa saya masih merasa ‘kurang’. Setelah berfikir masak-masak akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah.

Sudah sekitar 4 bulan saya melanjutkan kuliah S2 di SAC (Städelschule Architecture Class),  Frankfurt angkatan 2012, yg terdiri dari 31 mahasiswa. Saya memilih SAC  selain karena tertarik dengan metode pengajarannya, juga karena SAC salah satu universitas yg menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Pekan pertama saya kuliahdi SAC, rasanya sangat menyenangkan. Selain krn mahasiswanya yg beragam (hampir dari seluruh belahan dunia seperti: Jerman, Rusia, Georgia, Yunani, India, Iran, Polandia,dll) SAC juga mencoba menikahkan seni dengan arsitektur.  Kami membuat beberapa karya ‘seni’ dengan menggunakan material seperti tanah liat, sterefoam, dll, yg didampingi oleh profesor seni. Kita diberi kebebasan untuk bekerja di ruangan/ studio masing-masing atau di rumah.

Setelah beberapa minggu, kami diminta presentasi di hadapan profesor arsitek (oiya, di sini sering banget presentasi, tp seru ). Dari beberapa karya, kami diminta memilih 1 karya yg nanti akan dicari pemecahan atau pola berfikirnya secara arsitektur, dan disinilah bagian terberatnya. Setiap mahasiswa diminta berfikir logis – terukur- sistematis serta mandiri (proses itu harus dapat digambarkan dan dijelaskan pada tiap presentasi). Mengingat latar belakang pendidikan serta negara yg berbeda- beda, maka pola pikir yg dihasilkan juga bervariasi. Di SAC, para profesor selalu siap mendampingi dan memberikan masukkan, tp eksekusi tetap ada di tangan kita.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, salah satu pelajaran yg saya dapat selama bersekolah di sini adalah, PROSES berfikir jauh lebih penting, dibandingkan hasil akhir. Karena hasil akhir bisa kita ‘contek’ dari karya orang lain. Tapi proses berfikir merupakan ‘harta karun’ di tiap manusia. Nah di SAC kita berusaha menemukan ‘harta karun’ tersebut.

Theodora
Städelschule Architecture Class
Class of 2012

http://www.staedelschule.de/sac-portfolio/fyg/first-year-research-theodora-janenita/

Suka duka datang ke Jerman – Mencari Tempat Tinggal

Seperti yang saya ceritakan di posting-an sebelumnya, selama beberapa hari saya menumpang di kamar teman saya. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang belum mempunyai teman di Jerman? Ini bukan semuanya pengalaman pribadi saya, tetapi juga kumpulan dari pengalaman teman-teman.

Numpang di rumah atau kamar orang yang belum bisa kita panggil teman, memang akan membuat kita sungkan. Apalagi bagi beberapa orang yang baru pertama kali numpang di rumah orang lain.

Continue reading

Suka duka datang ke Jerman – Pertama kali tiba di Jerman

Tiket pesawat, one way, sudah ditangan, saya siap berangkat ke Jerman. Saya memilih maskapai Malaysia Airlines karena mereka memberikan bagasi 35 kg bagi warna negara Indonesia. Akhir Juni 2003, saya tiba di Jerman, disambut oleh musim panas yang sangat panas. Itu tidak masalah bagi saya, karena Jakarta jauh lebih panas :)

Itulah pertama kalinya saya menginjakan diri di negara orang. Penerbangan selama kurang lebih 16 jam cukup melelahkan bagi saya, tetapi tiba di Jerman menghapus kelelahan saya. Semuanya serba baru dan sangat menarik bagi saya. Bandara international Frankfurt merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia. Bandaranya sangat besar dan bersih. Saya tiba sekitar pukul 6 pagi waktu setempat, tetapi saya tidak merasakan itu karena jam 6 pagi, di waktu summer, sama seperti jam 8 pagi di Jakarta, ditambah lagi lampu-lampu di dalam bandara yang terang-benderang.

Sekali lagi, bandara Frankfurt sangat besar. Entah karena saya nervous atau kecapean, hampir saya tersesat. Saya ikuti saja kemana orang-orang ramai berjalan. Setelah melewati pengecekan imigrasi, pengambilan bagasi, saya pun keluar dari pintu bandara. Saya tidak melihat batang hidung teman-teman yang janjinya ingin menjemput saya. Was-was juga karena saya tidak tahu bagaimana caranya dari Frankfurt ke Darmstadt. Ternyata teman-teman ngumpet dibalik kursi. Hahaha… saya selalu tertawa kalau ingat kejadian itu.

Continue reading

Suka duka datang ke Jerman – Mencari Universitas yang tepat & Pengiriman Aplikasi

Di hari terakhir tahun 2012 ini, saya teringat akan suka duka saat mengurus keberangkatan ke Jerman, saat tiba di Jerman, dan hari-hari pertama tiba di Jerman. Seri posting saya kali ini akan ‘menapak tilas’ ke 10 tahun yang lalu.

Sekitar 1 tahun sebelum saya berangkat ke Jerman, saya sibuk dengan les Bahasa Jerman di Goethe Institute, Bandung. Karena saya ingin sekali berangkat ke Jerman secepat mungkin, saya ambil kelas semi intensif. Dari sisi biaya, kelas itu juga masuk dalam budget saya yang terus terang, tidak banyak. Diwaktu yang sama, saya juga sudah memulai mencari bidang studi dan universitas yang tepat yang sesuai dengan keinginan dan kondisi saya. Saya banyak luangkan waktu di Internet Cafe untuk mencari semua informasi. Sayangnya, hanya sedikit informasi yang tersedia dalam Bahasa Inggris, sebagian besar dalam Bahasa Jerman. Dengan kemampuan Bahasa Jerman saya yang ala kadarnya, bantuan dari guru les, dan juga penerjemah di internet, tetap saja saya merasa tidak cukup. Istilah keren nya, “saya tidak tahu apa yang saya tidak mengerti”.

Continue reading

8 Tugas Pertama di Jerman

Setelah post yang satu ini /5-langkah-pertama-persiapan-studi-di-jerman/, kamu sudah siap untuk ke Jerman, tinggal beli tiket pesawat dan terbang ke Jerman. Tentunya sebelumnya kamu perlu sudah mencari tempat tinggal di Jerman. Mengenai tempat tinggal di Jerman kamu bisa baca di sini:
/jenis-jenis-tempat-tinggal-mahasiswa-di-jerman/
/alternative-tempat-tinggal-pertama-di-jerman/

Post kali ini saya mau membahas beberapa tugas pertama setelah kamu tiba di Jerman. Yaitu 8 tugas pertama yang wajib diselesaikan di Jerman.

Continue reading

Berkendara mobil di Jerman

Tulisan saya kali ini membahas hal-hal berkendaraan dengan mobil di Jerman. Untuk kenal peraturan lebih jelasnya, lebih baik ikutan Fahrschule langsung. Dalam berkendaraan di Jerman ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Di bawah ini hanya beberapa hal yang mungkin menarik untuk diketahui mengenai berkendaraan di Jerman.

1. Batas kecepatan
Batas kecepatan berkendaraan di Jerman tergantung lokasi. Di dalam kota batas kecepatannya biasa 50 km/jam. Di beberapa daerah dalam kota, seperti perumahan atau dekat sekolah bisa jadi batas kecepataannya 30 km/jam. Di Landstrasse dan Bundesstrasse, yaitu jalan yang menghubungkan kota dengan kota (ini bukan jalan tol) batas kecepatan maksimal 70 – 100 km/jam. Di jalan tol batas kecepatannya dari 100 km/jam sampai tidak terhingga. Jadi kalo tidak ada tanda apa-apa di jalan tol, artinya bisa berkendaraan secepat mungkin, tetapi tentunya harus memperhatikan kendaraan-kendaraan lain

2. Pelanggaran
Ada berbagai macam pelanggaran yang bisa terjadi. Yang pertama adalah pelanggaran karena terlalu cepat berkendaraan. Kalo kecepataannya 41-50 km/jam lebih cepat dari batas yang ditentukan (contohnya batas kecepatan 50 km/jam, kamu berkendaraan 95 km/jam), maka SIM akan diambil untuk 1 bulan. Dibawah itu hanya harus bayar. Lengkapnya bisa dibaca di http://bussgeldkatalog.kfz-auskunft.de/geschwindigkeit.html. Bagaimana bisa ketahuan, di Jerman ada kamera di beberapa tempat yang memfoto kalo kamu berkendaraan terlalu cepat. Pelanggaran jenis kedua melewati lampu merah atau tanda stop, tergantung keadaan pelanggaran ini juga bisa mengakibatkan SIM ditarik untuk waktu tertentu. Pelanggaran ketiga adalah parkir sembarangan, dalam beberapa hal akan kena surat tilang. Lebih jelasnya bisa dibaca di http://www.kfz-auskunft.de/bussgeld/parken.html. Tentunya masih banyak penggaran lainnya, tetapi itu 3 pelanggaran yang paling sering terjadi.

3. Kecelakaan
Di Jerman semua kendaraan bermotor harus memiliki asuransi. Kalo tidak ada asuransi maka plat nomernya tidak akan dikeluarkan oleh pihak kota. Karena itu setiap kali terjadi kecelakaan, maka pihak polisi dan juga asuransi akan datang untuk mencek kejadian kecelakaannya. Yang bersalah melakukan kecelakaan harus membayar biayanya, karena ada asuransi biaya ini akan ditanggung oleh asuransi dari pihak yang melakukan kesalahan. Karena itu sebaiknya kalo terjadi kecelakaan, langsung berhenti, jangan berusaha untuk parkir dulu. Karena kalo sudah parkir polisi dan pihak asuransi akan kesulitan untuk mengerti bagaimana kecelakaannya bisa terjadi.

4. Mogok
Satu hal yang juga selalu mungkin terjadi adalah mogok. Bisa mogok karena kehabisan bensin, atau karena mesin, atau juga karena ban bocor. Untuk itu di Jerman ada ADAC, yaitu perusahaan yang membantu kalo ada masalah dengan kendaraan di lalu lintas. Pada umumnya mereka yang berkendaraan mobil juga anggota ADAC, supaya kalo terjadi apa-apa mereka bisa minta bantuan ADAC. Iuran per tahunnya sekitar 40 – 50 €, liat di http://www.adac.de/mitgliedschaft/tarife/default.aspx. Kalo bukan anggota ADAC dan tiba-tiba mogok di jalan, biaya untuk menarik mobil tersebut bisa ratusan €. Sedangkan sebagai anggota ADAC gratisan.

5. Berurusan dengan polisi
Pada umumnya polisi di Jerman sangat baik. Satu waktu di winter, mobil saya diberhentikan karena saya mengemudi dengan kaca berembun. Sewaktu diberhentikan mereka hanya meminta surat-surat dan kasih peringatan/himbauan untuk membersihkan embun di kaca sebelum mengendarai mobil. Setelah itu mereka pergi. Polisi di Jerman tidak kenal sogok menyogok. Jadi kalo memang tertangkap basah melanggar peraturan, lebih baik mengaku saja dan coba untuk meminta toleransi agar tidak harus bayar apa-apa.

Selain itu masih banyak hal-hal lainnya, tertapi 5 hal di atas yang saya biasanya ingat mengenai berkendaraan mobil di Jerman. Selama ini saya sangat menikmati berkendaraan di Jerman, terutama juga dengan infrastruktur jalan yang sangat bagus, kita bisa berkendaraan ke mana-mana dalam waktu dekat. Perhitungan saya biasanya 100 km jalan tol kira-kira perlu waktu 1 jam. Jadi dalam waktu 5 – 6 jam saya dari Heidelberg bisa sampai di Hamburg.