Category Archives: persiapan

Posts mengenai persiapan ke Jerman

Studi di Jerman – Butuh biaya berapa?

Banyak pertanyaan mengenai biaya yang masuk ke kontak kami. Sebagian besar sudah kami paparkan dalam beberapa posting. Disini, saya akan jelaskan lebih detail lagi.

Sebenarnya butuh biaya berapa sih untuk kuliah di Jerman? Kita harus pisahkan biaya kedalam beberapa kategori, yaitu:

1. Biaya persiapan Bahasa Jerman atau Bahasa Inggris

2. Biaya administrasi, kelengkapan dokumen, pengiriman aplikasi, visa, dll

3. Jaminan Keuangan

4. Biaya Keberangkatan dan Ketibaan di Jerman

5. Biaya studi di Jerman

6. Biaya hidup di Jerman

Continue reading

Pengalaman Kuliah Arsitek di Jerman

Ini cerita saya tentang pengalaman kuliah arsitek di Jerman. Sebelumnya saya kuliah di UNPAR (Universitas Parahyangan), Bandung jurusan Arsitektur dan ITB (Institut Teknik Bandung), Bandung jurusan Desain Interior. Setelah lulus, saya langsung bekerja beberapa tahun di beberapa perusahaan swasta, namun entah kenapa saya masih merasa ‘kurang’. Setelah berfikir masak-masak akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah.

Sudah sekitar 4 bulan saya melanjutkan kuliah S2 di SAC (Städelschule Architecture Class),  Frankfurt angkatan 2012, yg terdiri dari 31 mahasiswa. Saya memilih SAC  selain karena tertarik dengan metode pengajarannya, juga karena SAC salah satu universitas yg menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Pekan pertama saya kuliahdi SAC, rasanya sangat menyenangkan. Selain krn mahasiswanya yg beragam (hampir dari seluruh belahan dunia seperti: Jerman, Rusia, Georgia, Yunani, India, Iran, Polandia,dll) SAC juga mencoba menikahkan seni dengan arsitektur.  Kami membuat beberapa karya ‘seni’ dengan menggunakan material seperti tanah liat, sterefoam, dll, yg didampingi oleh profesor seni. Kita diberi kebebasan untuk bekerja di ruangan/ studio masing-masing atau di rumah.

Setelah beberapa minggu, kami diminta presentasi di hadapan profesor arsitek (oiya, di sini sering banget presentasi, tp seru ). Dari beberapa karya, kami diminta memilih 1 karya yg nanti akan dicari pemecahan atau pola berfikirnya secara arsitektur, dan disinilah bagian terberatnya. Setiap mahasiswa diminta berfikir logis – terukur- sistematis serta mandiri (proses itu harus dapat digambarkan dan dijelaskan pada tiap presentasi). Mengingat latar belakang pendidikan serta negara yg berbeda- beda, maka pola pikir yg dihasilkan juga bervariasi. Di SAC, para profesor selalu siap mendampingi dan memberikan masukkan, tp eksekusi tetap ada di tangan kita.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, salah satu pelajaran yg saya dapat selama bersekolah di sini adalah, PROSES berfikir jauh lebih penting, dibandingkan hasil akhir. Karena hasil akhir bisa kita ‘contek’ dari karya orang lain. Tapi proses berfikir merupakan ‘harta karun’ di tiap manusia. Nah di SAC kita berusaha menemukan ‘harta karun’ tersebut.

Theodora
Städelschule Architecture Class
Class of 2012

http://www.staedelschule.de/sac-portfolio/fyg/first-year-research-theodora-janenita/

Suka duka datang ke Jerman – Mencari Tempat Tinggal

Seperti yang saya ceritakan di posting-an sebelumnya, selama beberapa hari saya menumpang di kamar teman saya. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang belum mempunyai teman di Jerman? Ini bukan semuanya pengalaman pribadi saya, tetapi juga kumpulan dari pengalaman teman-teman.

Numpang di rumah atau kamar orang yang belum bisa kita panggil teman, memang akan membuat kita sungkan. Apalagi bagi beberapa orang yang baru pertama kali numpang di rumah orang lain.

Continue reading

Suka duka datang ke Jerman – Pertama kali tiba di Jerman

Tiket pesawat, one way, sudah ditangan, saya siap berangkat ke Jerman. Saya memilih maskapai Malaysia Airlines karena mereka memberikan bagasi 35 kg bagi warna negara Indonesia. Akhir Juni 2003, saya tiba di Jerman, disambut oleh musim panas yang sangat panas. Itu tidak masalah bagi saya, karena Jakarta jauh lebih panas :)

Itulah pertama kalinya saya menginjakan diri di negara orang. Penerbangan selama kurang lebih 16 jam cukup melelahkan bagi saya, tetapi tiba di Jerman menghapus kelelahan saya. Semuanya serba baru dan sangat menarik bagi saya. Bandara international Frankfurt merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia. Bandaranya sangat besar dan bersih. Saya tiba sekitar pukul 6 pagi waktu setempat, tetapi saya tidak merasakan itu karena jam 6 pagi, di waktu summer, sama seperti jam 8 pagi di Jakarta, ditambah lagi lampu-lampu di dalam bandara yang terang-benderang.

Sekali lagi, bandara Frankfurt sangat besar. Entah karena saya nervous atau kecapean, hampir saya tersesat. Saya ikuti saja kemana orang-orang ramai berjalan. Setelah melewati pengecekan imigrasi, pengambilan bagasi, saya pun keluar dari pintu bandara. Saya tidak melihat batang hidung teman-teman yang janjinya ingin menjemput saya. Was-was juga karena saya tidak tahu bagaimana caranya dari Frankfurt ke Darmstadt. Ternyata teman-teman ngumpet dibalik kursi. Hahaha… saya selalu tertawa kalau ingat kejadian itu.

Continue reading

Suka duka datang ke Jerman – Mencari Universitas yang tepat & Pengiriman Aplikasi

Di hari terakhir tahun 2012 ini, saya teringat akan suka duka saat mengurus keberangkatan ke Jerman, saat tiba di Jerman, dan hari-hari pertama tiba di Jerman. Seri posting saya kali ini akan ‘menapak tilas’ ke 10 tahun yang lalu.

Sekitar 1 tahun sebelum saya berangkat ke Jerman, saya sibuk dengan les Bahasa Jerman di Goethe Institute, Bandung. Karena saya ingin sekali berangkat ke Jerman secepat mungkin, saya ambil kelas semi intensif. Dari sisi biaya, kelas itu juga masuk dalam budget saya yang terus terang, tidak banyak. Diwaktu yang sama, saya juga sudah memulai mencari bidang studi dan universitas yang tepat yang sesuai dengan keinginan dan kondisi saya. Saya banyak luangkan waktu di Internet Cafe untuk mencari semua informasi. Sayangnya, hanya sedikit informasi yang tersedia dalam Bahasa Inggris, sebagian besar dalam Bahasa Jerman. Dengan kemampuan Bahasa Jerman saya yang ala kadarnya, bantuan dari guru les, dan juga penerjemah di internet, tetap saja saya merasa tidak cukup. Istilah keren nya, “saya tidak tahu apa yang saya tidak mengerti”.

Continue reading

8 Tugas Pertama di Jerman

Setelah post yang satu ini /5-langkah-pertama-persiapan-studi-di-jerman/, kamu sudah siap untuk ke Jerman, tinggal beli tiket pesawat dan terbang ke Jerman. Tentunya sebelumnya kamu perlu sudah mencari tempat tinggal di Jerman. Mengenai tempat tinggal di Jerman kamu bisa baca di sini:
/jenis-jenis-tempat-tinggal-mahasiswa-di-jerman/
/alternative-tempat-tinggal-pertama-di-jerman/

Post kali ini saya mau membahas beberapa tugas pertama setelah kamu tiba di Jerman. Yaitu 8 tugas pertama yang wajib diselesaikan di Jerman.

Continue reading

Studi di Jerman bukan seperti di …..

Bagi yang berangan-angan dan berencana studi di Jerman, biasanya mereka punya bayangan tersendiri bagaimana studi di Jerman. Saya sendiri dulu punya beberapa bayangan bagaimana studi di Jerman. Ternyata setelah beberapa bulan di Jerman banyak sekali yang berbeda dari bayangan saya. Bayangan yang kita punya mengenai studi di Jerman  atau di luar negeri bisa dipengaruhi acara-acara TV, gambar-gambar di maajalah, atau cerita dari teman. Post kali ini saya akan menyinggung beberapa hal yang berbeda dari bayangan kita sewaktu di Indonesia.

Continue reading

Bagaimana memilih kota untuk studi di Jerman

Sebagian besar email kontak yang saya dapat, selalu mempertanyakan kota mana yang baik untuk studi. Memilih kota yang benar untuk studi sangat penting karena banyak aspek yang mempengaruhi kehidupan di Jerman tergantung dengan kota di mana kamu tinggal. Contohnya FH dan Universitas di kota tersebut, teman-teman yang tinggal di kota tersebut, kemungkinan bekerja, kemungkinan untuk berekreasi, dan lain-lain. Selama studi saya hanya pernah tinggal di 4 kota di Jerman selama studi, yaitu di Zwingenberg(dekat Darmstadt), Darmstadt, Furtwangen(di Schwarzwald), dan Konstanz. Selain itu saya pernah thesis di Karlsruhe, tetapi tidak tinggal di sana. Selama masa liburan studi saya pernah ke Hamburg, Freiburg, Magdeburg, Leipzig, Frankfurt, Wiesbaden, Mainz, Heidelberg, Mannheim, Berlin, Lübeck, dan Aachen. Istri saya juga berpengalaman tinggal di Bernburg (dekat Halle), Darmstadt, dan Konstanz. Dari pengalaman-pengalaman ini ada beberapa hal yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk memilih kota studi di Jerman.

Continue reading

5 langkah pertama persiapan studi di Jerman

Banyak orang yang punya mimpi ingin studi di Jerman, tetapi hanya sebagian yang berhasil mencapai impiannya. Sudah beberapa kali di mailing list atau di Facebook atau bahkan per email orang bertanya bagaimana bisa studi di Jerman. Terutama bagi mereka yang sama sekali tidak punya kenalan yang tinggal di Jerman atau yang pernah tinggal di Jerman akan sulit untuk mencari informasi ini. Di google ada banyak informasi tentang persiapan studi di Jerman, tetapi biasanya informasinya tidak terkonsolidasi di satu website. Post kali ini isinya tentang 5 langkah pertama untuk persiapan studi di Jerman.

Continue reading

Kultur Jerman vs. Indonesia

Studi dan tinggal di Jerman adalah tantangan yang besar, terutama bagi yang 20 tahun hanya tinggal di Indonesia seperti saya. Semakin lama tinggal di satu negara, semakin melekat kultur dari negara tersebut. Bagi saya sewaktu pertama kali datang ke Jerman banyak hal secara kultur yang sangat baru untuk saya. Dan saya perhatikan orang-orang Indonesia yang tidak betah studi dan tinggal di Jerman adalah mereka yang tidak belajar mengenal dan mempraktekan kultur Jerman selama tinggal di Jerman. Beberapa waktu yang lalu saya mendapat ilustrasi menarik dari seorang seniman mengenai kultur Jerman versus Cina, yang secara garis besar juga berlaku untuk orang Indonesia. Beberapa hal dari ilustrasi ini akan saya bahas sedikit di bawah.

Continue reading