Category Archives: persiapan

Posts mengenai persiapan ke Jerman

S1, S2 atau S3 di Jerman

Belakangan ini karena disibukkan dengan pekerjaan di kantor dan di rumah, saya tidak pernah kesempatan untuk membalas komentar-komentar yang ada dan juga menulis artikel baru. Artikel kali ini berkenaan tentang jenjang pendidikan yang bisa diambil di Jerman dan apakah semuanya banyak manfaatnya.

Banyak orang yang bertanya ke saya apakah lebih baik ambil S1 atau S2 di Jerman, atau mungkin S3. Setelah studi S1 dan S2 di Jerman dan sekarang sudah memasuki dunia pekerjaan selama 7 tahun lebih, ini pendapat saya mengenai tingkat pendidikan dan beberapa tips praksis untuk mengambil keputusan.

Kalo kamu lulus SMA, kamu harus sebaiknya S1, baik itu di Jerman atau di Indonesia. Jaman sekarang itu S1 sudah seperti SMA. S1 memberikan dasar berpikir yang cukup untuk nantinya bekerja di perusahaan. Tanpa S1 kemungkinan untuk mencari kerja sangat sulit. Bagaimana dengan D3/D4, kalo kamu ada kesempatan sebaiknya pindah ke program studi yang nantinya kamu bisa mendapat gelar S1. Karena S1 pada umumnya lebih diakui secara international. Di Jerman luusan D3/D4 kesulitan untuk melanjutkan S2 di sini.

Kalo kamu lulus S1 di Jerman, keinginan untuk mengambil S2, saya lebih menyarankan untuk langsung bekerja. Karena selama 2 tahun di dunia pekerjaan, kamu akan jauh lebih banyak belajar dari pada S2. Kecuali kalo kamu mengambil S2 dibidang yang berbeda. Pengalaman saya sendiri mengambil S2, karena saya berpikir masih ingin memperdalam bidang software development di S2. Memang ada banyak hal yang saya pelajari selama S2. Tetapi kalo saya bandingkan 2 tahun S2 dan 2 tahun bekerja. Saya akan lebih memilih 2 tahun bekerja. Karena dengan mengambil S2, saya telat 2 tahun masuk dunia pekerjaan. Artinya telat mendapat pemasukan tetap selama 2 tahun, telat mendapat pengalaman kerja selama 2 tahun, telat menikmati kehidupan bekerja selama 2 tahun.

Kalo kamu lulus S1 di Indonesia, ingin untuk mengambil S2 di Jerman. Kamu harus pertimbangkan, apakah kamu ingin nantinya bekerja di Jerman atau kembali ke Indonesia. Kalo kamu ingin bekerja di Jerman, sebaiknya mengambil program dalam bahasa Jerman. Karena untuk bisa bekerja di Jerman kamu harus bisa berbahasa Jerman, dan S2 di Jerman menjadi tempat kamu juga untuk belajar bahasa Jerman. Kalo kamu nantinya mau kembali ke Indonesia, kamu bisa memilih program bahasa Jerman atau Inggris. Studi S2 di Jerman juga bagus untuk kamu belajar bagaimana sistem belajar di Jerman, ini akan sangat membantu nantinya di dunia pekerjaan.

Kalo kamu ingin mengambil S3 di Jerman, baik kamu lulusan Indonesia atau Jerman, saya sarankan ambil S3 hanya kalo nantinya kamu mau bekerja sebagai peneliti atau dosen. Bagi yang benar-benar tertarik untuk mengambil S3 di Jerman ini menarik. Karena S3 di Jerman bukan program studi seperti pada umumnya. S3 di Jerman biasanya adalah posisi pekerjaan di Universitas. Jadi biasanya S3 kamu akan digaji dan kamu bekerja di Universitas sebagai peneliti dan asisten dosen.

Jadi apakah S1, S2, atau S3, pada intinya tergantung rencana kamu ke depannya. Apakah kamu nantinya ingin bekerja di Indonesia atau di Jerman. Apakah nanti kamu ingin bekerja di perusahaan atau di universitas.

Apa itu Studienkolleg?

Kalo kamu tertarik untuk studi S1 di Jerman, maka kamu akan sering dengar atau membaca tentang Studienkolleg. Apa itu Studienkolleg? Mengapa perlu ambil Studienkolleg? Apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih Studienkolleg? Pastinya kamu yang baru mengenal sistem studi di Jerman punya banyak pertanyaan lainnya. Atau mungkin ada banyak hal yang selama ini kamu tidak perhatikan mengenai Studienkolleg. Post kali ini saya akan membahas semua pertanyaan ini

Continue reading

Pakai agen atau tidak

Sekarang-sekarang ini di PPI Jerman group di Facebook lagi heboh tentang pengalaman yang memakai agen untuk studi di Jerman. Saya sendiri dulu tahun 2000 datang ke Jerman tanpa agen.Jadi sampai sekarang saya tidak ada pengalaman pakai agen dan juga tidak bisa cerita positif dan negatifnya pakai agen. Semua proses melamar studi ke Jerman dulu saya jalanin sendiri dengan bantuan dari salah satu guru di Goethe Institut Bandung. Waktu itu juga internet di Indonesia belum secepat sekarang, jadi sebagian besar informasi saya hanya dapat langsung dari orang. Sekarang ini dengan jamannya internet banyak informasi tentang studi di jerman bisa dicari di internet.

Continue reading

Pengiriman dokumen dari Indonesia ke Jerman

Untuk melamar studi di Jerman, biasanya dokumen-dokumennya harus dikirim per post dari Indonesia ke Jerman. Walaupun sekarang sudah banyak universitas dan FH yang menawarkan pengiriman lamaran studi secara online, tetap mereka meminta supaya dokumen-dokumennya juga dikirim per post, terutama dokumen yang perlu diterjemahkan dan dilegalisir. Alasan untuk pengiriman dokumen yang diterjemahkan dan legalisir, karena universitas dan FH di Jerman sudah berpengalaman beberapa kali mendapatkan lamaran dengan dokumen palsu. Sekarang ini mereka lebih ketat dalam proses lamaran studi, contohnya orang-orang dari Cina dan Vietnam biasanya diminta untuk melampirkan bukti keaslian dokumen-dokumen yang mereka kirim. bukti keaslian ini hanya bisa dikeluarkan oleh organisasi khusus di negara mereka yang bekerja sama dengan universitas dan FH di Jerman. Untungnya Indonesia belum sampai diduga sering memalsukan dokumen.

Continue reading

Bagaimana meyakinkan orang tua untuk mendukung studi di Jerman?

Salah satu rintangan dalam mencapai impian studi di Jerman adalah sikap orang tua yang kurang/tidak mendukung. Dari sekian banyak kontak email yang saya dapat, ada beberapa yang menanyakan bagaimana meyakinkan orang tua untuk mendukung studi di Jerman. Pertama-tama kamu harus mengerti orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Jadi sikap orang tua yang kurang/tidak mendukung tidak berarti sesuatu yang negatif. Ada beberapa hal yang bisa dibagikan kepada orang tua supaya ada ruang diskusi antara kamu dan orang tua untuk merealisasikan studi di Jerman.

Continue reading

Service untuk Studi di Jerman

Dengan banyaknya permintaan dan pertanyaan yang masuk, mulai tahun ini saya dan istri saya menawarkan pelayanan/service untuk mempermudah persiapan anda studi di Jerman.

Service yang kami tawarkan dibagi menjadi 2 bagian yaitu service persiapan untuk ke Jerman dan yang kedua service saat anda sudah tiba di Jerman. Service yang pertama terbuka untuk semua, sedangkan service yang kedua, karena seperti homestay, pernawarannya sangat terbatas. Kami berusaha menekan biayanya seminimal mungkin, supaya servicenya bisa terjangkau untuk banyak orang.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi posting nya di blog Studi Jerman:
/service-untuk-studi-di-jerman/

Kami berharap services ini dapat membantu anda.

Salam dari Heidelberg, Jerman

Steve & Theresia

Butuh waktu berapa lama untuk persiapan ke Jerman?

Jawaban untuk pertanyaan ini tergantung dari situasi dan kondisi setiap orang. Saya akan mencoba memaparkan dari beberapa contoh nyata. Harap diperhatikan, kami ke Jerman tanpa bantuan agen. Steve ke Jerman setelah lulus SMU untuk kuliah S1 dan Theresia setelah lulus S1 untuk kuliah S2.

1. Kursus Bahasa
Kami butuh 1 tahun untuk belajar bahasa Jerman dan lulus ZD (atau B1). Kalau kalian sudah berencana untuk kuliah di Jerman saat masih dibangku sekolah/kuliah, lebih baik kalian siapkan waktu untuk kursus bahasa Jerman disela-sela waktu sekolah. Belajar bahasa dengan relax dan lama (mengikuti kelas ekstensif), lebih berhasil daripada saat kita dikejar-kejar waktu dan harus kursus setiap harinya (mengikuti kelas intensif). Kalau kalian baru mendapatkan ide untuk belajar di Jerman setelah lulus sekolah, yah mau ga mau mengikuti kelas intensif atau super intensif supaya bisa cepat dapat ijazah B1, jadi tidak buang waktu.

Continue reading

Kuliah bidang apa di Jerman?

Banyak yang bertanya sebaiknya mereka kuliah apa di Jerman. Atau ada juga yang menanyakan apakah menurut kami kalau kuliah bidang A akan lebih bagus dibandingkan kuliah di bidang B, dsb. Jadi melalui posting-an ini, kami harapkan pertanyaan teman-teman akan terjawab.

Untuk menentukan sebaiknya anda kuliah apa, ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi. Saya akan coba memaparkan faktor-faktor tersebut sesuai dengan pengalaman saya dan keluarga saya. Harap diperhatikan, kalau urutan faktor dibawah ini bukan berdasarkan ranking.

Continue reading