Biaya hidup di Jerman

Post ini adalah lanjutan dari post sebelumnya Biaya studi di Jerman, di post ini saya akan membahas biaya hidup sehari-hari di Jerman. Berdasarkan website DAAD biaya hidup mahasiswa Jerman kira-kira 770 € dan biaya hidup mahasiswa asing kira-kira 630 €. Pengalaman saya selama studi dari tahun 2001-2007 di Darmstadt dan Furtwangen, pengeluaran saya minimum berkisar 400 €. Perhitungan DAAD biasanya lebih tinggi, karena mereka memperhitungkan entertainment dan buku-buku ke dalam kalkulasi mereka. Selain itu biaya makan sehari-hari yang dikalkulasi juga lebih tinggi. Berikut ini adalah biaya hidup sehari-hari yang perlu dikalkulasikan ke dalam budget bulanan.

Perlengkapan rumah tangga
ini mencakup semua keperluan yang hanya dibeli sekali, seperti meja dan kursi belajar, ranjang, lampu, kompor listrik, kulkas, alat-alat makan, rice cooker, karpet, dan lain-lain. Keperluan ini tergantung dengan kamar yang didapat. Kamar-kamar dari FH, Universitas, dan gereja pada umumnya memiliki meja, kursi, dan ranjang. Kamar-kamar ini juga biasanya memiliki dapur, jadi tidak perlu kompor listrik dan kulkas. Sedangkan kamar-kamar dari perorangan privat biasanya tidak memiliki apa-apa.

Bagi yang memiliki budget, barang-barang seperti meja, kursi, ranjang, lampu, alat-alat makan, karpet, dan lain-lain dapat dibeli di IKEA. Harga barang-barang IKEA termasuk murah untuk di Jerman. Semua produkt di website IKEA ada harganya, jadi sangat mudah untuk mengkalkulasi perlengkapan rumah tangga. Jika belanja di IKEA perlu diperhitungkan biaya transport. Bagi yang ingin menghemat dan mendapat kamar tanpa dapur, maka perlu kompor listrik dan kulkas. Harga kompor listrik  sekitar 30 € dan harga kulkas kecil sekitar 100 €. Rice cooker baiknya bawa dari Indonesia. Untuk yang tidak bisa bawa rice cooker dari Indonesia, di sini harganya sekitar 25 €.

Tips-tips menghemat: untuk perlengkapan rumah tangga, banyak barang yang sering kali bisa didapat dari mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang akan pulang habis ke Indonesia. Selain itu orang Jerman sering membuang barang (Sperrmüll) yang masih berguna, karena mereka membeli barang baru. Setiap kota ada jadwal buang barang, jadi 1 hari sebelum jadwal buang barang, bisa jalan-jalan di daerah perumahan dan mengambil apa yang masih dapat digunakan. Selain itu di Jerman sering ada pasar loak (Flohmarkt). Pasar loak di Eropa (dan khususnya di Jerman) sangat terkenal, bahkan orang-orang Amerika yang saya kenal dari gereja sering pergi ke pasar loak di Jerman. Di pasar loak mereka menjual barang-barang bekas dengan harga yang sangat murah. Jadwal pasar loak juga dapat dilihat di Internet, contohnya di flohmarkt.de. Orang-orang Indonesia pada umumnya tidak terbiasa dengan barang buangan (Sperrmüll) dan barang bekas (Flohmarkt), tetapi justru menurut saya ini kultur Jerman yang patut ditiru, yaitu “reuse” barang yang ada. Sampai sekarang sangat jarang saya mendengar ada mahasiswa yang membeli semua perlengkapan rumah tangga baru.

Kamar + Nebenkosten
Biaya sewa kamar berbeda-beda tergantung kota. Contohnya kamar di München lebih mahal dibandingkan dengan kamar di Berlin, walaupun keduanya adalah kota besar. Pada umumnya kamar paling murah adalah yang ditawarkan dari gereja, setelah itu kamar-kamar dari FH dan Universitas, dan terakhir kamar-kamar privat. Contoh kamar ditawarkan gereja di Darmstadt adalah dari KHG, 172 € termasuk Internet. Contoh kamar-kamar yang ditawarkan FH dan Universitas di Darmstadt adalah Studentenwohnheim di Darmstadt, contoh sekitar 240 €. Untuk kamar-kamar privat dapat ditemukan di wg-gesucht. WG gesucht Website bagus untuk mencari orientasi harga sewa kamar berdasarkan kota. Untuk mencari harga kamar dari FH dan Universitas, dapat dicari di google, contohnya “Studentenwohnheim München”.  Selain biaya sewa, khususnya untuk kamar-kamar privat ada juga biaya air, pemanas, dan listrik. Biaya-biaya ini biasa disebut Nebenkosten. Sedangkan kamar-kamar dari FH, Universitas dan gereja pada umumnya memasukan Nebenkosten ke dalam biaya sewa kamar. Selain itu ada Nebenkosten yang pauschal, artinya biaya Nebenkosten per bulan termasuk pemakaian air, pemanas dan listrik tanpa dihitung. Dan ada juga Nebenkosten yang pada akhir tahun dihitung lagi, apakah pemakaian air, pemanas, dan listrik melebihi Nebenkosten. Kelebihan pemakaian ini harus dibayar extra.

Tips-tips untuk menghemat: karena kamar-kamar dari FH, Universitas, dan gereja pada umumnya lebih murah dengan fasilitas yang cukup bagus, kamar-kamar ini selalu penuh. Karena itu ada baiknya untuk melamar untuk mendapatkan kamar dari FH, Universitas dan gereja secepatnya. Kamar-kamar dari FH dan Universitas menggunakan sistem waiting list. Usahakan mencari kamar yang bagus secara letak, luas, dan fasilitas dengan harga yang murah dari awal masa studi. Karena biaya sewa adalah biaya yang selalu ada setiap bulan. Kalau bisa mendapat kamar 50 € lebih murah dari kamar pada umumnya, artinya penghematan 50 € setiap bulan, yang uangnya bisa dipakai untuk keperluan lain. Tips terakhir, cari Wohngemeinschaft(WG). WG adalah 1 apartment yang memiliki beberapa kamar tidur dan miliki 1 dapur dan 1 kamar mandi yang dipakai bersama-sama. Pada umumnya WG lebih murah dari pada 1 kamar lengkap (1 Zimmer Wohnung), yaitu 1 kamar yang memiliki dapur terintegrasi dan kamar mandi. Selain itu karena di WG juga tinggal orang-orang lain, WG bisa menjadi tempat untuk belajar bahasa Jerman dan belajar bersosialisasi dengan orang asing.

Asuransi kesehatan
Semua orang yang tinggal di Jerman diwajibkan memiliki asuransi kesehatan, juga termasuk mahasiswa asing. Di Jerman ada asuransi kesehatan berdasarkan hukum(gesetzliche Krankenkasse) dan asuransi kesehatan privat (privat Krankenkasse). Bagi yang masih di sekolah bahasa (Sprachschule), setahu saya hanya bisa menggunakan asuransi kesehatan privat. Biaya asuransi kesehatan privat sangat berbeda-beda tergantung perusahaan. Untuk yang sudah memulai Studienkolleg atau studi di FH dan Universitas, mereka dapat menggunakan asuransi kesehatan berdasarkan hukum. Beberapa asuransi kesehatan berdasarkan hukum yang sering digunakan dikalangan mahasiswa adalah TK dan AOK. Berdasarkan informasi yang paling up to date yang saya punya biaya asuransi kesehatan di TK untuk mahasiswa(yang juga kerja sambilan) adalah 77,90 € per bulan. Biaya ini kira-kira mencakup 90% biaya kesehatan mahasiswa. Biaya kesehatan tambahan adalah jika mengunjungi doktor tetap harus membayar 10 € per quartal. Tetapi 10 € ini berlaku untuk semua dokter yang dikunjungi di quartal tersebut, kecuali untuk dokter gigi. Biaya pemeriksaan lainnya ditanggung melalui asuransi kesehatan. Biaya kesehatan tambahan lainnya, untuk resep obat yang harus dikeluarkan oleh dokter, pemilik asuransi kesehatanhanya harus membayar 5 € per obat. Untuk obat-obat tanpa resep, seluruh harga obat tidak ditanggung asuransi kesehatan. Biaya menginap di rumah sakit juga harus ditanggung sebagian oleh pasien.

Telefon dan Internet
Pada umumnya mahasiswa tidak memiliki telefon rumah. Jadi biaya telefon yang akan saya bahas di sini adalah biaya handy dan biaya telefon ke Indonesia. Biaya handy ada dua jenis seperti di Indonesia, kontrak dan prepaid. Contoh kontrak dari O2 dengan biaya 20 € per bulan dapat telefon sepuasnya ke telefon rumah(Festnetz) di Jerman dan ke handy O2 lainnya. Prepaid dari O2 dengan biaya 15 cent per menit. Untuk menelefon ke Indonesia dengan murah, dapat menggunakan Skype ke Jakarta 4 cent per menit. Bagi yang membutuhkan internet, karena di kamarnya tidak ada sambungan internet, biaya internet berkisar 20 € per bulan contoh dari 1und1 dengan kecepatan 16.000 kBit/s

Tips menghemat: jangan menggunakan kontrak. Karena biaya perbulan yang dikeluarkan belum tentu sebanding dengan jumlah pembicaraan telefon. Saya sendiri hanya sekali memakai kontrak di Jerman, setelah itu selalu memakai prepaid.

Visa
Di sini saya tidak bisa share banyak, karena terakhir kali saya perpanjang visa sebagai mahasiswa kira-kira 5 tahun yang lalu. Biayanya waktu itu adalah 30 € berlaku untuk 1-2 tahun. Update: biaya visa di tiap kota bisa berbeda-beda. Dan sejak adanya elektronik visa biaya visa lebih mahal. Contoh di Berlin (http://www.berlin.de/labo/auslaender/dienstleistungen/abh-faq.html#Verwaltungsgebuehren) biaya visa untuk lebih dari 1 tahun 110 €.

Makan
Biaya makan sulit untuk dikalkulasi secara umum, karena setiap orang punya kebiasaan makan yang berbeda. Perhitungan saya pribadi, biaya makan per bulan berkisar 50 – 70 €. Untuk perbandingan harga makanan Indonesia di Jerman bisa dilihat di tokoindonesia. Toko Indonesia terletak di Hamburg dan mereka juga menerima pembelian online. Sewaktu saya di Furtwangen, jauh dari kota-kota besar, saya sering memesan lewat toko indonesia, dan pengirimannya berjalan dengan baik. Beberapa supermarket yang bisa dilihat di internet untuk menjadi perkiraan ALDI, LIDL, dan REAL. Dengan tehnologi industri di kebutuhan pangan di Jerman, Jerman mampu menekan harga pangan. Sering kali saya dengar beberapa bahan-bahan pangan di Jerman lebih murah daripada di Indonesia. Selain biaya makan melalui belanja, di FH dan Universitas ada juga kantin(Mensa) yang menjual makanan cukup murah untuk mahasiswa. Contoh harga makanan di kantin FH dan Universitas berkisar 2 – 4 € per porsi.

Tips menghemat dan hidup sehat: kurangi makan di luar. Karena perbedaan antara makan di luar dan masak makanan di rumah setidaknya 5 kali lipat. Contoh nasi goreng di restaurant china sekitar 5 €, sedangkan nasi goreng buatan sendiri sekitar 1 €. Selain itu masak makanan di rumah lebih sehat dan juga melatih kemampuan berumah tangga untuk di masa depan.

Buku
Seperti sudah saya sarankan di post sebelumnya, biaya buku dapat dikurangi dengan meminjam buku dari perpustakaan FH dan Universitas. Seandainya tetap harus membeli buku, alternativ untuk menghemat adalah membeli buku bekas dan membeli buku dari amazon. Amazon memberikan beberapa penawaran untuk satu buku dengan berbagai harga. Tentunya harga buku di amazon baiknya juga dibandingkan dengan harga di toko buku.

Transport
Beberapa FH dan Universitas memasukkan tiket transport(Semestertiket) ke dalam Semesterbeitrag, dengan demikian keperluan transportasi sudah dipenuhi. Tetapi sering kali juga, tiket transport tidak termasuk ke dalam Semesterbeitrag. Dalam hal ini tergantung dengan kebutuhan system transportasi di Jerman menawarkan berbagai pilihan, tiket harian, tiket bulanan, tiket tahunan. Harga tiket juga tergantung kota. Salah satu contoh, tiket satu kali jalan di Konstanz dimulai dari 2,05 €.

Tips menghemat dan hidup sehat: bagi yang tidak memiliki Semestertiket, pilihan untuk hemat dan hidup sehat adalah pakai sepeda. Sepeda salah satu alat transportasi di Eropa yang sangat umum dan dipakai oleh semua kalangan dari orang kaya sampai orang miskin. Untuk menghemat beli sepeda, bisa dicari di Sperrmüll atau Flohmarkt.

Perhitungan biaya hidup per bulan di Darmstadt

kamar + nebenkosten                                          240       €
(Studentenwohnheim, inklusiv internet)

asuransi kesehatan                                                 77,90 €
(asuransi kesehatan TK)

telefon + internet                                                    20        €
(prepaid karte + Skype ke Indonesia)

makanan                                                                   100        €
(lebih banyak masak dan makan di rumah)

Jumlah                                                                      437,90 €

atau Rp 5.473.750,00 (1 € = Rp 12.500,00)

Perhitungan diatas adalah perhitungan minimal untuk biaya hidup di Jerman. Tentunya sekali-sekali ada biaya-biaya tambahan, seperti entertainment, visa, barang-barang elektronik.

Semoga post ini bisa membantu untuk mendapat gambaran tentang biaya hidup di Jerman. Jika ada angka atau harga yang tidak up to date, silahkan hubungi saya lewat kontak.

23 thoughts on “Biaya hidup di Jerman

  1. jolie

    sekarang biaya visa 80 euro, krn dah pake elektronik visa.. bentuknya mirip EC Karte gitu… masa berlaku tergantung Ausländerbehördenya.. kadang cuma dikasih 1 thn, kadang bisa 2 tahun..

    Reply
  2. Samuel

    rata-rata sekarang biaya telpon untuk student sekitar 20-30 Euro. Kalo ada Promo bisa belasan Euro. masalah izin tinggal sekarang pake eAT biayanya 100 Euro (biaya normal) atau 82,5 Euro (tarif student). biaya entertaiment sama buku juga belom masuk. mungkin untuk jaman sekarang minimum 500 Euro yang paling real menurut pengalaman saya. cuma terkadang masi ada godaan lain sehingga biaya hidup bisa berada disekitar 550-600 Euro.

    Reply
  3. ksatria web

    bagus blognya,,, apalagi di ceritakan berdasarkan pengalaman pribadi,,,,

    ijin buat refrensi,,,sapa tw da rejeki kuliah dsana….^^

    Reply
    1. sjtirtha

      saya memang usahakan supaya semua isi blog berdasarkan pengalaman pribadi, tetapi karena itu juga ada beberapa tema yang dibahas lebih subjektiv. Silahkan dijadikan referensi.

      Reply
  4. koyas

    terima kasih, blog-nya sangat mmbntu pak terutama bagi saya yg saat ini msh Studkol.
    oh ya, berdasarkan pengalaman saya setahun di Jerman, puji syukur saya mengeluarkan uang rata-rata insgesamt ‘hanya’ sekitar 350-360 Euro pak setiap bulannya ^^

    Reply
      1. koyas

        awal 2011 – pertengahan September 2011 di Karlsruhe, sekarang pindah ke Nordhausen. Malah di Nordhausen biaya kebutuhan hidup perbulan saya bisa cuma 220 – 250 Euro saja :)

        Reply
    1. sjtirtha

      Yang saya tau ada 2 organisasi gereja untuk mahasiswa di Jerman KHG(Katolische Hochschule Gemeinde) dan ESG(Evangelische Studierendegemeinde). Biasanya mereka ada di kota-kota besar. Kalo sekarang kamu cari di google.de, contohnya “ESG Frankfurt”. Kamu temuin link ke Wohnheim mereka http://www.esg-frankfurt.de/de/wohnheim/index.php. Contoh lain cari “KHG Darmstadt”, kamu juga akan temuin Wohnheim dari KHG untuk di Darmstadt. Tidak semua KHG dan ESG menawarkan kamar, jadinya kamu harus cari-cari.

      Reply
  5. Pingback: Menghemat biaya hidup di Jerman « Ignatius Sapto Condro Atmawan Bisawarna-warni Wordpress

  6. Raharya

    mas Steve..
    terima kasih atas Informasinya..

    Mas..
    saya itu sudah terlanjur Vertrag O2..
    di kontrak itu di katakan kalo kontrak berjalan 2 tahun..
    aq mau Kundigen Vertrag..
    tapi kata mereka tidak bisa..

    tapi setelah saya cari2.. ada website yang mmenyediakan formulir kundigen O2..
    sebenarnya bisa kundigen gak sih??

    Reply
    1. sjtirtha

      Vertag 24 bulan artinya ga bisa dikundigen. Formular kundigen itu utk berentiin Vertragnya setelah 24 bulan. Kalo ga Vertragnya otomatis diperpanjang.

      Reply
        1. sjtirtha

          Iya itu Kundigung supaya tidak diperpanjang otomatis. Kalo kamu tidak kundigen, nanti setelah 24 bulan, otomatis Vertragnya diperpanjang untuk 24 bulan berikutnya. Di link yang kamu kasi bilang “der Vertrag wurde fristgerecht gekundigt”, artinya Vertragnya diberhentikan setelah masa 24 bulan berlalu.

          Reply
  7. jannus purba

    apa2 saja diperlukan untuk proses pemberangkatan studi di jerman?
    kira2 biaya yang dibutuhkan berapa diluar biaya kursus bahasa jerman di indonesia dan jaminan?.
    dengan biaya hidup sekitar 500E /bulan, dapatkah tertutup dengan penghasilan part timer? tks

    Reply
  8. Pingback: Biaya hidupku di Nürnberg tahun 2012 « Ignatius Sapto Condro Atmawan Bisawarna-warni Wordpress

  9. Orin

    Hallo, mau tanya mengenai biaya buku, biasa saya jarang beli buku klo kuliah, ngandalin e-book dan googling, nah saya pernah baca artikel kalo make torrent di Jerman kena denda, nah bagaimana dengan mendownload cara biasa atau cuma make idm? soalnya kalo nggak bisa donwload ebook, nggak ada artinya hidup.. 😀

    Reply
    1. germany2study Post author

      Selama saya studi di Jerman, saya hanya beli buku 1 kali. Biasanya buku yang kamu perluin untuk studi ada di perpustakaan universitas/FH. Dan mereka biasanya punya beberapa exemplar untuk satu buku, jadi kamu pasti kebagian. Download ebook bukan dari sumber yang original itu ga legal, bisa kena denda di Jerman.

      Reply
  10. Yuli

    Thanks infonya. Saya ada rencana melanjutkan kuliah di jerman. Rencananya mau bawa keluarga sekalian,mumpung anak masih kecil, yg tertua sd kelas 1. Kalau biaya sewa rumah atau apartemen untuk keluarga bisa bantu kasi info ga untuk wilayah berlin? Apa disana ada komplek perumahan jg seperti di indonesia? Krn saya ga biasa tinggal di apartemen? Thanks infonya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>