Bertanam sayuran di Jerman

Di Jerman orang-orang sangat menghargai makanan yang diproduksi dari daerah lokal dan ditanam secara bio, artinya tidak banyak memakai pestisida atau zat-zat kimia yang tidak natur. Karena itu sayuran, buah, dan daging yang dilabel lokal dan bio biasa harganya lebih mahal, rasanya lebih enak karena segar, dan lebih sehat. Karena itu sejak 3 tahun lalu istri saya mulai bertanam macam-macam tanaman di teras. Di post ini saya mau membagi beberapa pengalaman bertanam sayuran di Jerman.

Awalnya saya tidak suka berkebun, tetapi pelan-pelan istri saya bisa meyakinkan saya kalo berkebun kegiatan yang sangat menarik. Sekarang setiap awal tahun kita mulai merencanakan tanaman apa saja yang mau ditanam untuk tahun ini. Tahun ini kita menanam tomat, daun bawang, mangold(caisim), bayam, dan beberapa bumbu dapur.

1. Sayuran dan buah-buahan
Sampai sekarang saya selalu bertanam sayuran, karena beberapa sayuran memerlukan tempat yang tidak begitu banyak. Sedangkan buah-buahan memerlukan tempat yang cukup besar. Salah satu sayuran yang setiap tahun saya tanam dan juga dimakan adalah tomat. Bibit tanaman ini bisa beli di Aldi, Lidl, dan di supermarket lainnya. Harganya berkisar 0,15 € sampai 4 €. Dan satu pak seperti gambar dibawah cukup untuk kebutuhan dua orang selama musim panas dan musim gugur.

2. Waktu, cuaca, dan tempat
Sebagian besar tanaman termasuk tomat bisa ditanam mulai bulan maret, khususnya kalo cuaca diluar sudah berkisar 18-20 derajat di siang hari. Di malam hari bulan maret biasanya cuaca bisa mendingin lagi, maka tanahnya perlu ditutup plastik. Kira-kira musim panas bulan juli tomatnya bisa dituai. Sayuran hijau seperti mangold dan daun bawang bisa dituai lebih cepat. Tempat untuk bertanam cukup teras sebesar 1×2 meter atau halaman depan apartment. Yang penting tempatnya dapat sinar matahari cukup.

3. Alat-alat bertanam
Untuk bertanam tidak diperlukan alat-alat yang mahal. Tanah bertanam bisa dibeli seharga 1,99 € untuk 20 liter. Pot-pot untuk tanaman biasanya ada yang buang, atau bisa cari juga di Flohmarkt. Untuk tomat saya biasa mengunakan rumah kaca, lihat gambar dibawah. Tetapi bisa juga menggunakan kotak plastik, kalau beli anggur di supermarket. Sisanya yang semua bisa dikerjaan pakai tangan.

4. Bertanam
Kalo semua sudah siap, maka bibit tomat bisa disebar ditanam ke tanah  di dalam rumah kaca. Jangan lupa siram dengan air secukupnya. Rumah kaca memudahkan bertanam di masa-masa awal, karena kalau dingin bisa dibawa ke dalam rumah. Setelah bibitnya tumbuh dan tanaman tomatnnya cukup kuat, maka tanaman tomatnya satu per satu bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar.

Tahun ini juga saya mencoba tanaman bumbu dapur dari IKEA seharga 0,99 € isinya 3 pot kecil dengan 3 bibit tanaman yang berbeda-beda.

Tanaman yang paling mudah ditanam adalah daun bawang. Kalo sudah tumbuh dan mau dipanen jangan diambil dari akarnya. Karena kalo akarnya tetap ditanah daun bawangnya akan tumbuh terus. Daun bawang bahkan tahan melewati musim dingin, jadi sudah 3 kali di musim panas saya menuai daun bawang yang istri saya tanam 3 tahun yang lalu. Mangold (mirip dengan caisim) juga sangat bagus tumbuhnya. Istri saya menggunakan mangold buat sayuran mie bakso pangsit. Tomat yang ditanam biasa kita pakai untuk bikin sambal, masak ayam disambal, atau untuk dimakan sebagai salat.

Semoga post ini bisa memotivasikan untuk berkebun dan menikmati makanan dari kebun sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>