Bermasalah dengan kotak pos, coba Packstation

Sejak di Jerman saya sering kali beli segala macam barang online. Sulitnya kalo beli barang online barangnya akan dikirim ke rumah. Dan ada 3 masalah dengan pengiriman barang ke rumah. Pertama, kalo kita sedang tidak di rumah dan barang yang dikirim besar maka barangnya akan dititipin ke tetangga atau harus diambil di kantor pos. Kedua, kalo barangnya harus diambil kantor pos, artinya harus pergi ke sana waktu jam buka dan harus ngantri (dan jangan lupa bawa Ausweis/passport). Ketiga, kalo alamat rumahnya sulit ditemuin oleh tukang pos, maka barangnya akan dikirim balik ke pengirim. Di post ini saya mau bagi pengalaman yang sangat baik dengan memakai Packstation.

Karena sering kali istri saya dan saya ngalamin pengalaman di atas, jadi sejak beberapa bulan yang lalu istri saya mendaftarkan diri untuk memakai Packstation. Packstation adalah service dari deutsche post DHL. Bentuknya seperti lemari-lemari warna kuning besarnya kira 2×3 meter. Liat http://www.dhl.de/de/paket/privatkunden/packstation.html. Biasanya packstation ada hampir di semua kota di Jerman. Bahkan di kota saya tinggal dengan penduduk 40.000 juga ada packstation.

Penggunaan packstation gratis dan ini mengurangi biaya operasi deutsche post, karena semakin sedikit orang yang mengantri dan datang ke kantor pos. Proses pendaftarannya juga sangat mudah dan setelah mendaftar kita akan mendapat kartu Packstation beserta pin untuk mengambil barang. Kalo sudah mendaftar untuk packstation, maka kita akan mendapat packstation nummer, contohnya packstation 103 untuk packstation di Rohrbacherstrasse 110, Heidelberg. Dan juga kita akan dapat postnummer, ini seperti nomer kotak pos kita. Jadi kalo pesen barang, contohnya di amazon, cukup kasih alamat:
Thomas Müller
Packstation 110
Postnummer 938492910

Packstation bisa digunakan untuk mengirim dan menerima barang. Besar lemari-lemari di packstation berbeda-beda. Paket berisi notebook, kamera, pakaian biasanya bisa masuk. Paket seperti mesin cuci dan TV kemungkinan sudah terlalu besar untuk packstation. Barang di packstation bisa diambil 24×7, barangnya akan diam selama 1 minggu di dalam lemari packstation. Setelah itu saya tidak tau, kemungkinan barangnya akan dikirim ke kantor pos terdekat. Kalo semua lemari packstation penuh, maka barangnya akan dikirim ke kantor pos terdekat. Selama ini setelah terima sekitar 50 paket, hanya sekali saya berpengalaman packstationnya penuh.

Perlu diperhatikan packstation adalah service dari deutsche post DHL, jadi kalo pengirim barang tidak menggunakan deutsche post, maka barangnya tidak bisa dikirim ke packstation. Kelebihan menggunakan packstation adalah penerima barang menerima Sendungsnummer, dengan ini kita bisa mentrack sekarang barangnya sedang di mana dan kapan barangnya akan sampai. Selain itu setelah barangnya sampai, kita akan menerima email/SMS.

Jadi langkah berikutnya setelah baca post ini, daftar packstation dan pesen barang dari amazon.

2 thoughts on “Bermasalah dengan kotak pos, coba Packstation

  1. adrian_pramiadi

    halo mas, mau tanya dong
    packstation ini daftar nya mesti pake passport ? apa bisa pake resident permit?

    belum urus resident permit nih soalnya, dan pas mau isi data diri buat pake packstation , katanya mesti sesuai dengan aussweises

    waktu lo dulu daftar nya pake data diri yang mana ?

    makasi banyak ya

    Reply
    1. germany2study Post author

      Dulu saya hanya pake passport dan Anmeldungsbescheinigung. Untuk orang asing yang biasa diakui sebagai Ausweis adalah passport.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>