Bachelor(S1) atau Master(S2) di Jerman

Dengan adanya perubahan sistem edukasi di Jerman, sejak kurang lebih 10 tahun terakhir Jerman memperkenalkan gelar Bachelor dan Master. Sebelum ini, Jerman hanya memiliki kelar Diplom yang setara dengan Master. Tetapi untuk menyama-ratakan dengan negara-negara lain, Jerman memperkenalkan program Bachelor dan Master. Selain itu dengan adanya program Bachelor (6-7 semester) Jerman dapat menyiapkan tenaga kerja baru lebih cepat, dibandingkan dengan program Diplom (8-10 semester)

Pengalaman saya adalah setelah lulus SMA studi Bachelor dan Master di Jerman. Sedangkan istri saya studi Bachelor di Indonesia dan setelah itu melanjutkan studi Master di Jerman. Kami berdua tidak melihat adanya perbedaan yang mencolok antara studi Bachelor di Indonesia lalu Master di Jerman atau studi keduanya di Jerman. Karena itu post ini tidak akan membahas kelebihan dan kekurangan dari kedua pilihan ini. Karena banyak hal sangat tergantung dengan orang itu sendiri dan juga tergantung dengan studi yang dipilih.

Dari segi bahasa, biasanya mereka yang studi Bachelor dan Master di Jerman lebih fasih berbahasa Jerman, karena mereka lebih lama studi dalam bahasa Jerman, termasuk juga dengan Studienkolleg. Tetapi ada hanya studi Master di Jerman dan mereka juga fasih berbahasa Jerman.

Dari segi pengetahuan, pada dasarnya tidak banyak perbedaan antara Bachelor dari Indonesia dan Bachelor dari Jerman. Yang membuat Bachelor dari Jerman berbeda adalah karena selama studi menggunakan bahasa asing tantangannya berbeda dengan studi dalam bahasa Indonesia. Selain itu sistem dan isi pendidikan di Jerman berbeda dengan di Indonesia. Di Jerman sistem pendidikan banyak tentang pengertian konsep. Dan di Jerman tidak ada mata kuliah yang berhubungan dengan kenegaraan, seperti di Indonesia.

Dari segi biaya, mungkin biaya studi dan hidup di Indonesia lebih murah. Tetapi kalau saya dengar biaya studi dan biaya masuk Universitas sekarang ini cukup sebanding dengan biaya studi di Jerman. Selain itu kalau di Indonesia juga tinggal nge-kost dan ada mobil, mungkin biaya hidupnya bisa sama dengan di Jerman tanpa mobil. Kelebihannya juga di Jerman, ada kesempatan untuk kerja selama liburan atau kerja sambilan selama semester yang bisa membantu menutupi biaya hidup sehari-hari.

Dari segi waktu, khususnya untuk mereka yang sehabis studi berencana langsung pulang ke Indonesia, hanya studi Master di Jerman adalah waktu yang sangat pendek. 2 tahun studi Master akan sibuk dengan tugas, ujian, dan tugas akhir. Sedangkan kesempatan untuk menikmati kehidupan di Eropa sangat terbatas. Dalam hal ini bagi mereka yang memilih studi Bachelor dan Master di Jerman lebih baik. Selain itu bagi mereka juga ada kesempatan untuk memilih 2 kota/provinsi yang berbeda untuk studi Bachelor dan Master, jadi bisa melihat Jerman dari 2 tempat yang berbeda.

Dari segi mencari pekerjaan setelah lulus, kedua pilihan mempunyai peluang yang cukup bagus. Kesempatan mencari kerja di Jerman setelah lulus, biasanya tergantung dengan bidang studi, kemampuan berbahasa Jerman, dan nilai. Jadi tidak ada korelasinya dengan studi Bachelor di Indonesia atau di Jerman.

Semoga informasinya bisa membantu yang rencana studi Bachelor atau Master di Jerman.

One thought on “Bachelor(S1) atau Master(S2) di Jerman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>