Alasan tidak studi di Jerman?

Di post sebelumnya saya memaparkan beberapa alasan memilih untuk studi di Jerman. Tapi sering kali saya mendengar alasan-alasan orang untuk tidak studi di Jerman. Menurut saya alasan-alasan ini ada sisi negatif dan positif. Post ini membahas 5 alasan mengapa tidak studi di Jerman dan juga sisi positif dari 5 alasan ini.

1. Bahasa
Mayoritas orang Indonesia studi di luar negeri untuk mengasah bahasa Inggris agar bisa dipakai nanti di dunia kerja. Memang benar, banyak orang yang setelah studi di Jerman dan pulang lagi ke Indonesia, jadi sama sekali tidak memakai bahasa Jerman. Selain itu bahasa Jerman cukup sangat sulit. Orang Jerman sendiri sering mengakui bahasa mereka komplex. Orang asing sering juga komplain, karena semua acara TV dan film-film berbahasa asing di-dubbing ke dalam bahasa Jerman.

Tetapi sisi positifnya juga banyak. Bahasa Jerman adalah bahasa yang paling banyak digunakan di European Union, kata wikipedia. Karena gramatik bahasa Jerman sangat komplex, kalimat-kalimat bahasa Jerman memiliki arti yang jelas. Dan hal ini juga yang menuntut cara kita sebagai orang Indonesia, untuk berkomunikasi secara lebih terstruktur. Di Jerman acara TV dan film-film berbahasa asing di-dubbing ke dalam bahasa Jerman, menurut saya untuk meningkatkan kualitas bahasa Jerman. Karena hal-hal yang komplex dalam bahasa asing akan berusaha untuk dipaparkan ke dalam bahasa Jerman. Orang Jerman sendiri jadi mengenal semua istilah-istilah asing dalam bahasa Jerman.

2. Orang Jerman tidak ramah
Ungkapan ini sering sekali saya dengar dari orang yang pernah sekolah di Jerman. Biasanya kebanyakan dari mereka juga tidak bergaul dengan orang Jerman. Memang kalau dibanding dengan orang Asia, tingkat keramahan orang Jerman berbeda dengan orang Asia.

Saya tidak melihat orang Jerman tidak ramah, tetapi mereka mempunyai kultur yang berbeda. Dari pengalaman saya dan teman-teman yang mengenal dan berteman dengan orang Jerman, pandangan mereka sangat positif terhadap orang Jerman.

3. Cuaca
Seperti negara-negara di Eropa lainnya, Jerman memiliki 4 musim. Alasan ketiga orang tidak memilih studi di Jerman adalah karena musim dingin di Jerman. Pada musim dingin di sini temperatur bisa sampai minus derajat. Setiap kali keluar rumah harus pakai baju berlapis-lapis.

Walaupun demikian sisi positifnya sangat banyak. Contohnya, bisa menikmati salju dan ski, bisa menikmati suasana natal. Untuk orang yang bermode, jadi kesempatan untuk pakai pakaian dan sepatu musim dingin. Juga banyak makanan dan minuman yang lebih nikmat di musim dingin. Selain itu melihat perubahan 4 musim dalam setahun sangat indah, dari musim semi di mana kuncup-kuncup daun pohon bertumbuh kembali, musim panas di mana pohon-pohon sangat rimbun dan hijau, lalu masuk musim gugur di mana daun-daun mulai menjadi coklat dan berguguran, dan akhirnya musim dingin semuanya putih ditutupi salju.

4. Jauh dari Indonesia
Singapore dan Australia memang sangat dekat dengan Indonesia. Ada kemungkinan untuk pulang ke Indonesia beberapa kali dalam 1 tahun bagi orang-orang yang studi di dekat Indonesia.

Kalo dari sudut pandang saya dengan jauhnya dari Indonesia, ini menjadi kesempatan untuk menjadi lebih mandiri, untuk membangun lingkungan baru dan teman baru. Dan di jaman sekarang ini, internet sangat membantu untuk bisa tetap menjaga kontakt dan berkomunikasi dengan teman dan keluarga di Indonesia.

5. Makanan Indonesia
Di Jerman sangat sedikit restaurant Indonesia, sampai sekarang saya hanya tau satu di Hamburg. Karena lidah orang Indonesia sudah sangat terbiasa dengan makanan Indonesia, orang-orang Indonesia di sini, termasuk saya, hampir setiap hari makan nasi pakai sayur seperti di Indonesia.

Tapi karena tidak ada warung/restaurant Indonesia, jadinya orang-orang Indonesia di sini banyak yang jadi jago masak dan juga cerdik untuk mencari bahan-bahan makanan Indonesia. Sebagian besar makanan Indonesia bisa dibuat di Jerman, dari lontong, lemper, sampai mie baso.

Semoga sisi positif dari alasan-alasan yang saya paparkan diatas bisa memotivasi untuk memilih kembali studi di Jerman.

One thought on “Alasan tidak studi di Jerman?

  1. Alya Rahmadhani

    Hallo kak, kak persyaratan nilai untuk studienkolleg di jerman menggunakan nilai rata-rata atau nilai per mata pelajaran ?
    Saya liat di anabin D-Note min 6

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>