Monthly Archives: January 2013

Service untuk Studi di Jerman

Dengan banyaknya permintaan dan pertanyaan yang masuk, mulai tahun ini saya dan istri saya menawarkan pelayanan/service untuk mempermudah persiapan anda studi di Jerman.

Service yang kami tawarkan dibagi menjadi 2 bagian yaitu service persiapan untuk ke Jerman dan yang kedua service saat anda sudah tiba di Jerman. Service yang pertama terbuka untuk semua, sedangkan service yang kedua, karena seperti homestay, pernawarannya sangat terbatas. Kami berusaha menekan biayanya seminimal mungkin, supaya servicenya bisa terjangkau untuk banyak orang.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan kunjungi posting nya di blog Studi Jerman:
/service-untuk-studi-di-jerman/

Kami berharap services ini dapat membantu anda.

Salam dari Heidelberg, Jerman

Steve & Theresia

Butuh waktu berapa lama untuk persiapan ke Jerman?

Jawaban untuk pertanyaan ini tergantung dari situasi dan kondisi setiap orang. Saya akan mencoba memaparkan dari beberapa contoh nyata. Harap diperhatikan, kami ke Jerman tanpa bantuan agen. Steve ke Jerman setelah lulus SMU untuk kuliah S1 dan Theresia setelah lulus S1 untuk kuliah S2.

1. Kursus Bahasa
Kami butuh 1 tahun untuk belajar bahasa Jerman dan lulus ZD (atau B1). Kalau kalian sudah berencana untuk kuliah di Jerman saat masih dibangku sekolah/kuliah, lebih baik kalian siapkan waktu untuk kursus bahasa Jerman disela-sela waktu sekolah. Belajar bahasa dengan relax dan lama (mengikuti kelas ekstensif), lebih berhasil daripada saat kita dikejar-kejar waktu dan harus kursus setiap harinya (mengikuti kelas intensif). Kalau kalian baru mendapatkan ide untuk belajar di Jerman setelah lulus sekolah, yah mau ga mau mengikuti kelas intensif atau super intensif supaya bisa cepat dapat ijazah B1, jadi tidak buang waktu.

Continue reading

Kuliah bidang apa di Jerman?

Banyak yang bertanya sebaiknya mereka kuliah apa di Jerman. Atau ada juga yang menanyakan apakah menurut kami kalau kuliah bidang A akan lebih bagus dibandingkan kuliah di bidang B, dsb. Jadi melalui posting-an ini, kami harapkan pertanyaan teman-teman akan terjawab.

Untuk menentukan sebaiknya anda kuliah apa, ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi. Saya akan coba memaparkan faktor-faktor tersebut sesuai dengan pengalaman saya dan keluarga saya. Harap diperhatikan, kalau urutan faktor dibawah ini bukan berdasarkan ranking.

Continue reading

Studi di Jerman – Butuh biaya berapa?

Banyak pertanyaan mengenai biaya yang masuk ke kontak kami. Sebagian besar sudah kami paparkan dalam beberapa posting. Disini, saya akan jelaskan lebih detail lagi.

Sebenarnya butuh biaya berapa sih untuk kuliah di Jerman? Kita harus pisahkan biaya kedalam beberapa kategori, yaitu:

1. Biaya persiapan Bahasa Jerman atau Bahasa Inggris

2. Biaya administrasi, kelengkapan dokumen, pengiriman aplikasi, visa, dll

3. Jaminan Keuangan

4. Biaya Keberangkatan dan Ketibaan di Jerman

5. Biaya studi di Jerman

6. Biaya hidup di Jerman

Continue reading

Pengalaman Kuliah Arsitek di Jerman

Ini cerita saya tentang pengalaman kuliah arsitek di Jerman. Sebelumnya saya kuliah di UNPAR (Universitas Parahyangan), Bandung jurusan Arsitektur dan ITB (Institut Teknik Bandung), Bandung jurusan Desain Interior. Setelah lulus, saya langsung bekerja beberapa tahun di beberapa perusahaan swasta, namun entah kenapa saya masih merasa ‘kurang’. Setelah berfikir masak-masak akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah.

Sudah sekitar 4 bulan saya melanjutkan kuliah S2 di SAC (Städelschule Architecture Class),  Frankfurt angkatan 2012, yg terdiri dari 31 mahasiswa. Saya memilih SAC  selain karena tertarik dengan metode pengajarannya, juga karena SAC salah satu universitas yg menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Pekan pertama saya kuliahdi SAC, rasanya sangat menyenangkan. Selain krn mahasiswanya yg beragam (hampir dari seluruh belahan dunia seperti: Jerman, Rusia, Georgia, Yunani, India, Iran, Polandia,dll) SAC juga mencoba menikahkan seni dengan arsitektur.  Kami membuat beberapa karya ‘seni’ dengan menggunakan material seperti tanah liat, sterefoam, dll, yg didampingi oleh profesor seni. Kita diberi kebebasan untuk bekerja di ruangan/ studio masing-masing atau di rumah.

Setelah beberapa minggu, kami diminta presentasi di hadapan profesor arsitek (oiya, di sini sering banget presentasi, tp seru ). Dari beberapa karya, kami diminta memilih 1 karya yg nanti akan dicari pemecahan atau pola berfikirnya secara arsitektur, dan disinilah bagian terberatnya. Setiap mahasiswa diminta berfikir logis – terukur- sistematis serta mandiri (proses itu harus dapat digambarkan dan dijelaskan pada tiap presentasi). Mengingat latar belakang pendidikan serta negara yg berbeda- beda, maka pola pikir yg dihasilkan juga bervariasi. Di SAC, para profesor selalu siap mendampingi dan memberikan masukkan, tp eksekusi tetap ada di tangan kita.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, salah satu pelajaran yg saya dapat selama bersekolah di sini adalah, PROSES berfikir jauh lebih penting, dibandingkan hasil akhir. Karena hasil akhir bisa kita ‘contek’ dari karya orang lain. Tapi proses berfikir merupakan ‘harta karun’ di tiap manusia. Nah di SAC kita berusaha menemukan ‘harta karun’ tersebut.

Theodora
Städelschule Architecture Class
Class of 2012

http://www.staedelschule.de/sac-portfolio/fyg/first-year-research-theodora-janenita/