NEW Blog: Kehidupan di Jerman Setelah Lulus Kuliah

Setelah lebih dari 4 tahun konsentrasi di blog ini untuk calon mahasiswa yang akan kuliah di Jerman, kami membuka blog baru untuk kalian yang telah lulus atau hampir lulus kuliah di Jerman. Blog yang baru bercerita tentang kehidupan dan suka duka tinggal di Jerman setelah lulus kuliah.

Silahkan kunjungi blog yang baru dan tunggu artikel-artikel menarik yang siap kami publish.

http://tinggal-di-jerman.com/

Salam dari Heidelberg,

Theresia & Steve

Investasi Kuliah di Jerman

Banyak sekali komentar dan email yang sampai ke kami yang menanyakan bagaimana bisa kuliah di Jerman tetapi keadaan keuangan terbatas. Jujur saja, walaupun biaya kuliah di Jerman relatif jauhh lebih murah daripada di negara lain, tetap saja ada biaya hidup dan biaya lain-lainnya. Jadi keuangan yang cukup sangat dibutuhkan sebagai modal awal untuk bisa kuliah di Jerman.

Saya tidak mau menjual mimpi. Saya menuliskan kenyataan kalau kita butuh uang untuk bisa kuliah di Jerman. Kalau uang bukan masalah kamu, artikel ini bukan buat kamu. Tapi kalau uang menjadi salah satu kendala, silahkan baca terus artikel ini :)

“Tidak ada yang gratis di dunia ini, pipis saja sekarang bayar” Sering saya dengar istilah ini. Lucu juga kalau pertama kali mendengarnya. Tetapi itulah kenyataan. Uang bukan segalanya, tetapi dalam banyak hal, kita butuh uang sebagai modal awal untuk mencapai cita-cita kita.
Saya juga bukan datang dari keluarga yang kaya raya. Tidak mudah untuk meyakinkan orang tua supaya bisa mengirimkan saya kuliah di Jerman. Keputusan yang orang tua saya ambil menyebabkan prioritas lain jadi diundur dulu. Tetapi selama kamu bisa membuktikan kalau kamu sudah dewasa dan bisa dikasih tanggung jawab; selama kamu bisa meyakinkan orang tua kalau investasi pendidikan langsung didiri kamu merupakan pilihan investasi yang baik, saya rasa orang tua kamu akan memberikan prioritas utama terhadap pilihan yang kamu tawarkan.

Berapa sih dana yang dibutuhkan sebagai modal awal untuk kuliah di Jerman???

Dibawah ini contoh modal awal yang wajib kita punya atau investasi minimum.

Modal awal Jumlah
Bukti keuangan (dipakai untuk biaya hidup selama 12 bulan) Rp 130.500.000
Tiket pesawat (Jakarta-Frankfurt) Rp 8.000.000
Pembuatan visa Rp 900.000
Pembuatan Passport Rp 600.000
Biaya lain2 (terjemahan, periksa kesehatan, kirim banyak dokumen melalui studi-di-jerman.com, dll) Rp 10.000.000
Jumlah Rp 150.000.000

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana dengan biaya kusus bahasa Jerman. Kursus bahasa Jerman memang penting dan biayanya bisa jadi mahal tergantung kamu kursus di instansi mana. Tetapi ini tidak wajib karena bisa jadi kamu kuliah dalam bahasa Inggris, atau kamu bisa juga belajar bahasa Jerman sendiri.

OK, sekarang kamu tau kamu butuh 150 juta sebagai modal minimum awal. Ini sudah pasti bukan jumlah yang sedikit. Ini setara dengan 250 gram emas atau 1 mobil baru kelas kecil atau mobil bekas kelas menengah atau tanah 1000 m2 dikampung bapak saya.
Sekali lagi, kuliah merupakan investasi. Kamu bisa pilih mau kuliah dimanapun; tetapi dengan prinsip investasi high risk high reward, kuliah di Jerman merupakan salah satu yang high risk.

Mengapa kuliah di Jerman termasuk high risk??

Kalau dari pengalaman saya, kuliah di Jerman termasuk higher risk daripada kuliah di Indonesia. Kalau kamu punya impian untuk kuliah di luar negeri, di negara manapun, menurut saya resiko nya lebih tinggi daripada kuliah di Indonesia. Kita harus belajar bahasa asing, entah bahasa Jerman maupun bahasa Indonesia. Kita akan tinggal di luar negeri yang jauh dari keluarga. Kita akan mengikutin program dan proses pembelajaran yang sangat beda dengan di Indonesia. Kita akan mengalami culture shock, dsb.

Bagaimana dengan high return??

Harus diakui, lulusan universitas Jerman cukup masuk hitungan karena tidak mudah untuk lulus dari universitas di Jerman. Universitas di Jerman semuanya diakui oleh negara. Tidak seperti di negara-negara lain yang gampang saja mendirikan universitas dengan statusnya tidak jelas. Setelah lulus dari universitas di Jerman, kamu punya dua pilihan: pulang ke Indonesia untuk bekerja di Indonesia dan membangun negara Indonesia atau tinggal di Jerman untuk bekerja di Jerman dan membangun negara Jerman. Dua-duanya pilihan yang bagus. Banyak lulusan uni Jerman yang kerja di Indonesia dan dihargai bidangnya di Indonesia. Banyak juga yang buka usaha sendiri setelah menempuh pendidikan dan gemblengan kehidupan di Jerman. Banyak juga yang tinggal di Jerman dan kerja di perusahaan di Jerman seperti saya dan suami saya contohnya.

Kalau ngomongin investasi, banyak juga orang yang bertanya berapa ROI nya (return on investment). Kalau ini saya bisa bilang, tergantung dari orang nya masing-masing. Ada juga student Indonesia yang gagal dan pulang ke Indonesia tanpa membawa ijazah. Tetapi lebih banyak lagi yang sukses dan bisa menghidupi keluarga setelah bekerja. Jadi ROI nya cukup tinggi lah kalau menurut saya.

Jadi, mulailah menabung dari sekarang. Mulailah diskusi dengan orang tua kalian dari sekarang dan meyakinkan mereka kalau investasi ini sangat baik. Jangan sia-siakan kepercayaan orang tua kalian. Saya bisa ngomong begini karena sekarang saya juga sudah menjadi orang tua :)

Sampai ketemu di Jerman. Salam dari Heidelberg

Kirim Euro ke Jerman

Buat kalian yang sering dapet kiriman Euro dari Indo, Studi-di-Jerman.com sekarang menawarkan pengiriman Euro langsung dari Jerman. Jadi keluarga di Indonesia hanya perlu transfer ke rekening kami di Indonesia.

Kirim Euro ke Jerman melalu kami tidak ada biaya transfer, ratenya bagus, dan Euro bisa didapat di rekening kamu di Jerman / Europe lebih cepat daripada tranfer bank dari Indonesia. Pengiriman minimal 100 euro.

Bagi yang tertarik silahkan hubungi: http://studi-di-jerman.com/kontakt/

SJ

Biaya transfer Western Union bisa dilihat disini.

Kurs BCA bisa dilihat disini.

 

studi-di-jerman.com versi 2

Hi pembaca,

setelah menjalankan blog ini selama lebih dari 3 tahun, saya memutuskan untuk membawa blog ini ke level berikutnya yaitu versi 2. Blog ini berawal dari sharing beberapa cerita mengenai studi di Jerman, sehingga sekarang menjadi salah satu sumber informasi paling penting bagi mereka yang ingin studi di Jerman. Lewat blog ini juga ada cukup banyak orang Indonesia yang berhasil datang dan studi di Jerman. Continue reading

Gereja bahasa Jerman/Inggris di Heidelberg

Untuk mahasiswa Indonesia yang studi di Jerman salah satu kebutuhan paling penting adalah makanan rohani. Walaupun Jerman dikenal sebagai negara kristen selama ratusan tahun, tetapi sekarang ini kekristenan di Jerman sangat menurun. Gereja-gereja lokal tidak lagi memberikan kotbah sesuai Alkitab dan juga tidak lagi menyebarkan injil. Tetapi tetap masih ada beberapa gereja yang berdasarkan Alkitab.

Kalau kamu berlokasi di Heidelberg atau dekat Heidelberg, saya sangat merekomendasikan gereja ini Bibel Baptisten Gemeinde di Sandhausen(Heidelberg). Gerejanya berawal dari gereja untuk tentara militer Amerika di Heidelberg. Karena sejak 2013/2014 Base Amerika di Heidelberg ditutup, gereja ini berubah menjadi gereja Jerman, yang juga memiliki kebaktian dalam bahasa Jerman dan Inggris. Berikut ini jadwal kebaktian:
Minggu jam 09:45 Pendalaman Alkitab (dalam bahasa Jerman)
Minggu jam 11:00 Kebaktian Minggu (dalam bahasa Jerman)
Minggu jam 18:00 Pendalaman Alkitab (dalam bahasa Inggris)
Rabu jam 18:30 Pendalaman Alkitab (dalam bahasa Jerman)

Karena pendeta di gereja ini orang Amerika, bahasa Jerman yang digunakan untuk kebaktian cukup mudah dimengerti untuk orang asing. Karena itu juga banyak orang asing di gereja ini.

Untuk datang ke gereja dengan kendaraan umum, kamu bisa menggunakan bus 721 dari Heidelberg Hauptbahnhof. Dari Haltestelle tujuan, kamu bisa jalan kaki 7 menit ke gereja.

fahrplan_zur_bibel_baptisten_gemeinde
sumber: http://www.vrn.de

Semoga bisa bertemu di gereja.

Salam,

Steve

 

 

Bagaimana Jerman negara terkaya di Eropa

Jerman dikenal sebagai negara technology di seluruh dunia. Banyak produkt dari Jerman yang terkenal di seluruh dunia, karena itu barang dengan “Made in Germany” sangat dicari. Bersamaan dengan ini Jerman menjadi negara terkaya di Jerman. Tentunya definisi kekayaan di sini tidak hanya dilihat dari segi material, tetapi dari juga dari segi kontribusi ke dunia yaitu dalam bentuk export. Fakta-fakta ini memberikan pernyataan bahwa Jerman adalah salah satu negara terbaik untuk studi. Lebih jelasnya mengenai judul artikel ini bisa ditonton di sini

S1, S2 atau S3 di Jerman

Belakangan ini karena disibukkan dengan pekerjaan di kantor dan di rumah, saya tidak pernah kesempatan untuk membalas komentar-komentar yang ada dan juga menulis artikel baru. Artikel kali ini berkenaan tentang jenjang pendidikan yang bisa diambil di Jerman dan apakah semuanya banyak manfaatnya.

Banyak orang yang bertanya ke saya apakah lebih baik ambil S1 atau S2 di Jerman, atau mungkin S3. Setelah studi S1 dan S2 di Jerman dan sekarang sudah memasuki dunia pekerjaan selama 7 tahun lebih, ini pendapat saya mengenai tingkat pendidikan dan beberapa tips praksis untuk mengambil keputusan.

Kalo kamu lulus SMA, kamu harus sebaiknya S1, baik itu di Jerman atau di Indonesia. Jaman sekarang itu S1 sudah seperti SMA. S1 memberikan dasar berpikir yang cukup untuk nantinya bekerja di perusahaan. Tanpa S1 kemungkinan untuk mencari kerja sangat sulit. Bagaimana dengan D3/D4, kalo kamu ada kesempatan sebaiknya pindah ke program studi yang nantinya kamu bisa mendapat gelar S1. Karena S1 pada umumnya lebih diakui secara international. Di Jerman luusan D3/D4 kesulitan untuk melanjutkan S2 di sini.

Kalo kamu lulus S1 di Jerman, keinginan untuk mengambil S2, saya lebih menyarankan untuk langsung bekerja. Karena selama 2 tahun di dunia pekerjaan, kamu akan jauh lebih banyak belajar dari pada S2. Kecuali kalo kamu mengambil S2 dibidang yang berbeda. Pengalaman saya sendiri mengambil S2, karena saya berpikir masih ingin memperdalam bidang software development di S2. Memang ada banyak hal yang saya pelajari selama S2. Tetapi kalo saya bandingkan 2 tahun S2 dan 2 tahun bekerja. Saya akan lebih memilih 2 tahun bekerja. Karena dengan mengambil S2, saya telat 2 tahun masuk dunia pekerjaan. Artinya telat mendapat pemasukan tetap selama 2 tahun, telat mendapat pengalaman kerja selama 2 tahun, telat menikmati kehidupan bekerja selama 2 tahun.

Kalo kamu lulus S1 di Indonesia, ingin untuk mengambil S2 di Jerman. Kamu harus pertimbangkan, apakah kamu ingin nantinya bekerja di Jerman atau kembali ke Indonesia. Kalo kamu ingin bekerja di Jerman, sebaiknya mengambil program dalam bahasa Jerman. Karena untuk bisa bekerja di Jerman kamu harus bisa berbahasa Jerman, dan S2 di Jerman menjadi tempat kamu juga untuk belajar bahasa Jerman. Kalo kamu nantinya mau kembali ke Indonesia, kamu bisa memilih program bahasa Jerman atau Inggris. Studi S2 di Jerman juga bagus untuk kamu belajar bagaimana sistem belajar di Jerman, ini akan sangat membantu nantinya di dunia pekerjaan.

Kalo kamu ingin mengambil S3 di Jerman, baik kamu lulusan Indonesia atau Jerman, saya sarankan ambil S3 hanya kalo nantinya kamu mau bekerja sebagai peneliti atau dosen. Bagi yang benar-benar tertarik untuk mengambil S3 di Jerman ini menarik. Karena S3 di Jerman bukan program studi seperti pada umumnya. S3 di Jerman biasanya adalah posisi pekerjaan di Universitas. Jadi biasanya S3 kamu akan digaji dan kamu bekerja di Universitas sebagai peneliti dan asisten dosen.

Jadi apakah S1, S2, atau S3, pada intinya tergantung rencana kamu ke depannya. Apakah kamu nantinya ingin bekerja di Indonesia atau di Jerman. Apakah nanti kamu ingin bekerja di perusahaan atau di universitas.

Pengalaman online advertisements

Sejak beberapa bulan yang lalu, saya mengaktivkan beberapa advertisements di website ini. Satu dari google dan yang satu lagi affiliate marketing untuk penjualan notebook. Awalnya ide saya adalah untuk membiayai web hosting ini dari online advertisements. Tetapi setelah menjalankan online advertisements selama beberapa bulan, hasilnya tidak cukup untuk membiayai web hosting. Karena itu saya memutuskan mulai hari ini untuk mematikan semua online advertisements di website ini.

Continue reading

Apa itu Studienkolleg?

Kalo kamu tertarik untuk studi S1 di Jerman, maka kamu akan sering dengar atau membaca tentang Studienkolleg. Apa itu Studienkolleg? Mengapa perlu ambil Studienkolleg? Apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih Studienkolleg? Pastinya kamu yang baru mengenal sistem studi di Jerman punya banyak pertanyaan lainnya. Atau mungkin ada banyak hal yang selama ini kamu tidak perhatikan mengenai Studienkolleg. Post kali ini saya akan membahas semua pertanyaan ini

Continue reading