Bagaimana Jerman negara terkaya di Eropa

Jerman dikenal sebagai negara technology di seluruh dunia. Banyak produkt dari Jerman yang terkenal di seluruh dunia, karena itu barang dengan “Made in Germany” sangat dicari. Bersamaan dengan ini Jerman menjadi negara terkaya di Jerman. Tentunya definisi kekayaan di sini tidak hanya dilihat dari segi material, tetapi dari juga dari segi kontribusi ke dunia yaitu dalam bentuk export. Fakta-fakta ini memberikan pernyataan bahwa Jerman adalah salah satu negara terbaik untuk studi. Lebih jelasnya mengenai judul artikel ini bisa ditonton di sini

S1, S2 atau S3 di Jerman

Belakangan ini karena disibukkan dengan pekerjaan di kantor dan di rumah, saya tidak pernah kesempatan untuk membalas komentar-komentar yang ada dan juga menulis artikel baru. Artikel kali ini berkenaan tentang jenjang pendidikan yang bisa diambil di Jerman dan apakah semuanya banyak manfaatnya.

Banyak orang yang bertanya ke saya apakah lebih baik ambil S1 atau S2 di Jerman, atau mungkin S3. Setelah studi S1 dan S2 di Jerman dan sekarang sudah memasuki dunia pekerjaan selama 7 tahun lebih, ini pendapat saya mengenai tingkat pendidikan dan beberapa tips praksis untuk mengambil keputusan.

Kalo kamu lulus SMA, kamu harus sebaiknya S1, baik itu di Jerman atau di Indonesia. Jaman sekarang itu S1 sudah seperti SMA. S1 memberikan dasar berpikir yang cukup untuk nantinya bekerja di perusahaan. Tanpa S1 kemungkinan untuk mencari kerja sangat sulit. Bagaimana dengan D3/D4, kalo kamu ada kesempatan sebaiknya pindah ke program studi yang nantinya kamu bisa mendapat gelar S1. Karena S1 pada umumnya lebih diakui secara international. Di Jerman luusan D3/D4 kesulitan untuk melanjutkan S2 di sini.

Kalo kamu lulus S1 di Jerman, keinginan untuk mengambil S2, saya lebih menyarankan untuk langsung bekerja. Karena selama 2 tahun di dunia pekerjaan, kamu akan jauh lebih banyak belajar dari pada S2. Kecuali kalo kamu mengambil S2 dibidang yang berbeda. Pengalaman saya sendiri mengambil S2, karena saya berpikir masih ingin memperdalam bidang software development di S2. Memang ada banyak hal yang saya pelajari selama S2. Tetapi kalo saya bandingkan 2 tahun S2 dan 2 tahun bekerja. Saya akan lebih memilih 2 tahun bekerja. Karena dengan mengambil S2, saya telat 2 tahun masuk dunia pekerjaan. Artinya telat mendapat pemasukan tetap selama 2 tahun, telat mendapat pengalaman kerja selama 2 tahun, telat menikmati kehidupan bekerja selama 2 tahun.

Kalo kamu lulus S1 di Indonesia, ingin untuk mengambil S2 di Jerman. Kamu harus pertimbangkan, apakah kamu ingin nantinya bekerja di Jerman atau kembali ke Indonesia. Kalo kamu ingin bekerja di Jerman, sebaiknya mengambil program dalam bahasa Jerman. Karena untuk bisa bekerja di Jerman kamu harus bisa berbahasa Jerman, dan S2 di Jerman menjadi tempat kamu juga untuk belajar bahasa Jerman. Kalo kamu nantinya mau kembali ke Indonesia, kamu bisa memilih program bahasa Jerman atau Inggris. Studi S2 di Jerman juga bagus untuk kamu belajar bagaimana sistem belajar di Jerman, ini akan sangat membantu nantinya di dunia pekerjaan.

Kalo kamu ingin mengambil S3 di Jerman, baik kamu lulusan Indonesia atau Jerman, saya sarankan ambil S3 hanya kalo nantinya kamu mau bekerja sebagai peneliti atau dosen. Bagi yang benar-benar tertarik untuk mengambil S3 di Jerman ini menarik. Karena S3 di Jerman bukan program studi seperti pada umumnya. S3 di Jerman biasanya adalah posisi pekerjaan di Universitas. Jadi biasanya S3 kamu akan digaji dan kamu bekerja di Universitas sebagai peneliti dan asisten dosen.

Jadi apakah S1, S2, atau S3, pada intinya tergantung rencana kamu ke depannya. Apakah kamu nantinya ingin bekerja di Indonesia atau di Jerman. Apakah nanti kamu ingin bekerja di perusahaan atau di universitas.

Pengalaman online advertisements

Sejak beberapa bulan yang lalu, saya mengaktivkan beberapa advertisements di website ini. Satu dari google dan yang satu lagi affiliate marketing untuk penjualan notebook. Awalnya ide saya adalah untuk membiayai web hosting ini dari online advertisements. Tetapi setelah menjalankan online advertisements selama beberapa bulan, hasilnya tidak cukup untuk membiayai web hosting. Karena itu saya memutuskan mulai hari ini untuk mematikan semua online advertisements di website ini.

Continue reading

Apa itu Studienkolleg?

Kalo kamu tertarik untuk studi S1 di Jerman, maka kamu akan sering dengar atau membaca tentang Studienkolleg. Apa itu Studienkolleg? Mengapa perlu ambil Studienkolleg? Apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih Studienkolleg? Pastinya kamu yang baru mengenal sistem studi di Jerman punya banyak pertanyaan lainnya. Atau mungkin ada banyak hal yang selama ini kamu tidak perhatikan mengenai Studienkolleg. Post kali ini saya akan membahas semua pertanyaan ini

Continue reading

Pakai agen atau tidak

Sekarang-sekarang ini di PPI Jerman group di Facebook lagi heboh tentang pengalaman yang memakai agen untuk studi di Jerman. Saya sendiri dulu tahun 2000 datang ke Jerman tanpa agen.Jadi sampai sekarang saya tidak ada pengalaman pakai agen dan juga tidak bisa cerita positif dan negatifnya pakai agen. Semua proses melamar studi ke Jerman dulu saya jalanin sendiri dengan bantuan dari salah satu guru di Goethe Institut Bandung. Waktu itu juga internet di Indonesia belum secepat sekarang, jadi sebagian besar informasi saya hanya dapat langsung dari orang. Sekarang ini dengan jamannya internet banyak informasi tentang studi di jerman bisa dicari di internet.

Continue reading

Pengiriman dokumen dari Indonesia ke Jerman

Untuk melamar studi di Jerman, biasanya dokumen-dokumennya harus dikirim per post dari Indonesia ke Jerman. Walaupun sekarang sudah banyak universitas dan FH yang menawarkan pengiriman lamaran studi secara online, tetap mereka meminta supaya dokumen-dokumennya juga dikirim per post, terutama dokumen yang perlu diterjemahkan dan dilegalisir. Alasan untuk pengiriman dokumen yang diterjemahkan dan legalisir, karena universitas dan FH di Jerman sudah berpengalaman beberapa kali mendapatkan lamaran dengan dokumen palsu. Sekarang ini mereka lebih ketat dalam proses lamaran studi, contohnya orang-orang dari Cina dan Vietnam biasanya diminta untuk melampirkan bukti keaslian dokumen-dokumen yang mereka kirim. bukti keaslian ini hanya bisa dikeluarkan oleh organisasi khusus di negara mereka yang bekerja sama dengan universitas dan FH di Jerman. Untungnya Indonesia belum sampai diduga sering memalsukan dokumen.

Continue reading

Bagaimana membandingkan harga makanan di Jerman

chicken wings atau ayam beku

Salah satu pengeluaran terbesar di Jerman adalah makanan. Post kali ini saya mau membahas bagaimana membandingkan harga makanan di Jerman. Kira-kira pengeluaran untuk makanan berkisar 20% dari biaya hidup. Selain itu berbeda dengan biaya sewa yang sudah fix, biaya makanan setiap bulan bisa berubah-ubah tergantung makanan yang kita beli. Karena itu ada banyak hal yang bisa diperhatikan dalam belanja makanan. Untuk kali ini saya hanya akan membahas cara membandingkan harga makanan. Contoh yang saya ambil di sini adalah ayam.

Continue reading

Desktop atau Notebook

Komputer adalah kebutuhan utama untuk studi di Jerman. Tapi sering kali kita tidak tau apa lebih baik beli desktop atau notebook. Keduanya ada kelebihan dan kekurangan. Karena investasi untuk komputer cukup besar, sebaiknya dipikirkan benar-benar sebelum membeli komputer. Post kali ini akan membahas kelebihan dan kekurangan antara desktop dan notebook.

Continue reading

Notebook untuk studi di Jerman

Salah satu persyaratan studi di Jerman, selain surat-surat dan kemampuan bahasa Jerman, adalah notebook. Notebook untuk studi di Jerman sekarang ini sudah menjadi hal umum. Dan jaman sekarang notebook bukan lagi barang mewah, karena perusahaan-perusahaan yang memproduksi notebook sudah mampu menekan biaya produksi, sehingga harga notebook sekarang ini jauh lebih murah dari 5-10 tahun yang lalu. Dalam membeli notebook ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Continue reading